Ditjenpas-Sulteng perkuat promosi produk karya warga binaan

id Kanwil Ditjenpas Sulteng ,Promosi produk warga binaan,Sulawesi Tengah ,Pameran produk warga binaan

Ditjenpas-Sulteng perkuat promosi produk karya warga binaan

Kakanwil Ditjenpas Sulteng Bagus Kurniawan melihat hasil produk karya warga binaan pada pameran hasil UMKM UPT Pemasyarakatan se-Sulteng. ANTARA/HO-Kanwil Ditjenpas Sulteng

Palu, Sulteng (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah memperkuat promosi produk karya warga binaan dengan mengikutsertakan dalam kegiatan pameran sebagai bagian dari program pembinaan produktif berbasis ekonomi kreatif.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah Bagus Kurniawan di Palu, Sulteng, Senin, mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk memperluas pasar dan memperkenalkan hasil karya warga binaan ke masyarakat luas melalui berbagai ajang promosi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

"Kami ingin menunjukkan bahwa di balik tembok pemasyarakatan, ada karya dan potensi besar. Produk-produk warga binaan tidak kalah kualitasnya dengan hasil UMKM pada umumnya," katanya.

Ia menjelaskan produk warga binaan telah mengikuti sejumlah pameran, termasuk berskala nasional, seperti Indonesia Prison Product Expo (IPPA) Fest, yang digelar di Lapangan Banteng dan Aloha PIK 2, Jakarta, pada April dan Agustus 2025.

Dalam ajang tersebut, berbagai hasil karya dari lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) se-Sulawesi Tengah turut dipamerkan.

Produk yang ditampilkan meliputi kerajinan batok kelapa, rajutan tas, kain tenun Donggala, tempat tisu, sambal roa, bawang goreng, dan keripik pisang.

Selain itu, Lapas Toli-Toli menampilkan lukisan dan papan catur kayu hasil karya warga binaannya, sementara Lapas Kolonodale memperkenalkan produk air minum kemasan "Moiko Water".

Ia menyebut total penjualan produk pada pameran tersebut mencapai Rp5,99 juta.

Selain tampil di tingkat nasional, produk UMKM binaan juga rutin dipamerkan di berbagai kegiatan daerah, seperti car free day di Kabupaten Buol, pameran UMKM di Lapas Palu, hingga galeri kerajinan di Tolitoli dan Luwuk.

Bagus menuturkan kegiatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai wadah promosi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan dalam memahami dunia usaha dan strategi pemasaran produk.

"Pameran memberi kesempatan bagi mereka untuk belajar berwirausaha, memahami pasar, serta menumbuhkan rasa percaya diri bahwa mereka mampu berkontribusi setelah bebas nanti," ujarnya.

Menurut dia, capaian tersebut menjadi langkah konkret untuk mendukung Astacita Presiden dan 13 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi, khususnya dalam bidang pemberdayaan warga binaan.

Ia mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kanwil Ditjenpas Sulteng memperkuat jejaring pemasaran sekaligus mengubah wajah pemasyarakatan menjadi lebih produktif.

Lebih lanjut, Bagus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung, mulai dari pemerintah daerah, Bank Indonesia, hingga mitra UMKM lokal yang turut membantu pengembangan produk warga binaan.

"Sinergi lintas sektor menjadi kunci. Kami berterima kasih atas dukungan semua pihak yang percaya bahwa pembinaan bisa melahirkan karya dan nilai ekonomi," katanya.

Kanwil Ditjenpas Sulteng, lanjut dia, terus memperluas kapasitas pelatihan, memperkuat akses pasar digital, dan membangun sistem pembinaan berbasis industri kreatif agar hasil karya warga binaan semakin berdaya saing.

"Pemasyarakatan harus menjadi bagian dari solusi ekonomi, bukan beban. Melalui UMKM, kami membangun karakter, keterampilan, dan kemandirian warga binaan," katanya.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.