
BPN Sigi: Sertifikat lahan transmigran Palolo belum semua terbit

Sigi (ANTARA) - Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah menyatakan belum semua masyarakat di kawasan transmigrasi Lembantongoa Kecamatan Palolo memiliki sertifikat lahannya.
"Memang sertifikat di kawasan transmigrasi Lembantongoa Kecamatan Palolo sebagian sudah terbit dan masih ada juga yang belum," kata Kepala BPN Kabupaten Sigi Juwahir saat ditemui awak media di Palolo, Kamis.
Ia mengemukakan terdapat sejumlah kendala terkait belum terbitnya sertifikat lahan masyarakat di kawasan transmigrasi tersebut.
"Dari data terkait yang belum terbit itu karena diantaranya masih ada yang berada di kawasan hutan lindung dan dari site plan perencanaan awal dengan pelaksananya belum sinkron sehingga ini perlu kita koordinasikan lagi," ucapnya.
Menurut dia, pentingnya koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam menyelesaikan terkait sertifikat lahan di kawasan transmigrasi Palolo.
"Ke depan bagi warga transmigran yang belum mendapatkan sertifikat lahan maka segera kita programkan agar bisa memiliki sertifikatnya," sebutnya.
Juwahir pun menyebutkan agar masyarakat tidak melakukan jual beli lahan di kawasan transmigrasi Palolo.
"Kalau untuk jual beli lahan transmigrasi ini sebenarnya tidak diperkenankan karena tujuannya kan untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, jika tanah di transmigrasi dijual nantinya tidak akan terpenuhi tujuan dari pemerintah terkait kawasan transmigrasi," katanya.
Ia menjelaskan lahan di kawasan transmigrasi dapat diperjualbelikan jika sudah memenuhi syarat.
"Tentunya jika lahannya sudah memenuhi syarat dan terjadi jual beli maka kami imbau agar dilakukan sesuai prosedur dengan membuat akta jual beli di PPAT untuk mengurus balik namanya," ujarnya.
BPN Sigi, kata dia, belum menemukan terkait jual beli lahan di kawasan transmigrasi Lembantongoa Palolo.
Berdasarkan data Disnakertrans Sigi bahwa jumlah transmigran di Kawasan Transmigrasi Lembantongoa Palolo sebanyak 365 kepala keluarga.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
