Bulog Sulteng targetkan serap 11.000 ton beras lokal pada 2026

id Bulog, beras, jagung, jusri, bahan pangan, ketahanan pangan, Sulawesi Tengah, sulteng

Bulog Sulteng targetkan serap 11.000 ton beras lokal pada 2026

Dok- beras di gudang Bulog Sulteng (ANTARA/Anas Masa)

Palu (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah menargetkan penyerapan beras lokal sebanyak 11.000 ton pada 2026 sebagai upaya menjaga ketersediaan dan stabilitas stok pangan di daerah tersebut.

Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulawesi Tengah Jusri di Palu, Minggu, mengatakan pengadaan beras dilakukan melalui dua skema, yakni pembelian gabah kering panen dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram dan pembelian beras dengan harga Rp12.000 per kilogram.

“Target ini terus kami tingkatkan melalui sosialisasi kepada masyarakat, terutama petani. Selama ini petani masih cenderung menjual dalam bentuk beras, padahal Bulog juga menyerap gabah,” ujar dia.

Ia menjelaskan hampir seluruh wilayah di Sulawesi Tengah memiliki potensi untuk penyerapan gabah, namun dalam waktu dekat Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong diperkirakan menjadi daerah yang lebih dahulu memasok gabah ke Bulog.

“Wilayah serap gabah hampir di seluruh daerah di Sulteng potensial, hanya saja saat ini Donggala dan Parigi Moutong yang stoknya diperkirakan lebih cepat masuk,” ujar dia.

Selain beras, Bulog Sulawesi Tengah juga meningkatkan target penyerapan komoditas jagung pada 2026. Jika pada tahun sebelumnya Bulog hanya mampu menyerap sekitar 200 ton, tahun ini target penyerapan dinaikkan menjadi 3.000 ton.

Harga pembelian jagung di tingkat petani ditetapkan Rp5.500 per kilogram untuk jagung dengan kadar air 18 hingga 20 persen, sedangkan jagung dengan kadar air maksimal 14 persen diserap dengan harga Rp6.400 per kilogram dan langsung disimpan di gudang Bulog.

"Tentunya penyerapan hasil pertanian konsisten kami lakukan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan daerah," kata dia.

Jusri berharap target penyerapan jagung tersebut dapat tercapai karena saat ini momentum harga dinilai cukup baik dan petani juga berharap Bulog dapat menyerap hasil panen mereka.

“Saat ini sudah ada mitra dari wilayah Ampana Kabupaten Tojo Una-Una yang menghubungi kami dan siap memasok stok jagung ke Bulog. Kami berharap daerah lain juga menyusul,” kata dia menuturkan.

Pewarta :
Editor : Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.