
BPBD Sulteng dan Pemkab Parimo asesmen lapangan dampak kekeringan

Palu (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong melakukan asesmen lapangan terkait dampak kekeringan sejumlah wilayah pertanian kabupaten itu, akibat berkurang intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Sulteng Asbudianto di Palu, Kamis, mengatakan kekeringan terjadi di Desa Kota Raya Timur, Kota Raya Tenggara, dan Kota Raya Selatan (Kecamatan Mepanga) serta Desa Lambanau (Kecamatan Ongka Malino).
Kondisi tersebut, katanya, berdampak langsung pada lahan persawahan tadah hujan milik masyarakat yang tidak memperoleh pasokan air secara memadai.
Berdasarkan hasil asesmen, katanya, saat ini kebutuhan mendesak yang diperlukan, yakni pasokan air bersih atau air irigasi darurat untuk lahan pertanian, pompa air dan selang untuk penyaluran air dari sumber terdekat, seperti sungai atau sumur.
Selain itu, bantuan pembuatan sumur dangkal atau sumur bor sementara di area persawahan yang kritis.
BPBD Sulteng mencatat sekitar 3.000 hektare sawah tadah hujan di wilayah tersebut mengalami gagal tanam karena tidak mendapatkan pasokan air yang memadai, sehingga kondisi tanah menjadi kering.
“Berkurangnya curah hujan menyebabkan lahan sawah tadah hujan mengalami kekeringan dan berdampak pada sekitar 3.000 hektare sawah yang gagal tanam,” ujarnya.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
