
DPRD Sulteng soroti tewasnya pekerja PT Hengjayadi Morowali

Palu (ANTARA) -
Sekretaris Komisi III DPRD Sulawesi Tengah Muhammad Safri menyoroti tewasnya salah seorang pekerja, di perusahaan tambang nikel PT Hengjaya di Morowali.
“Ini bukan sekadar kelalaian. Ini mengarah pada pelanggaran hukum yang sistematis dan terstruktur. Negara tidak boleh tunduk pada perusahaan yang jelas-jelas melanggar aturan,” katanya di Palu, Jumat.
Dia menegaskan kasus itu tidak boleh lagi ditutup-tutupi atau direduksi menjadi sekadar kecelakaan kerja biasa, melainkan harus diusut sebagai dugaan pelanggaran serius yang menyangkut nyawa manusia.
Selain itu, perlakuan perusahaan terhadap korban yang dinilai sangat tidak manusiawi, dimana laporan bahwa jenazah korban dibungkus menggunakan karung. Hal itu menunjukan sebuah tindakan yang dianggapnya sebagai bentuk penghinaan terhadap martabat manusia.
“Ini menunjukkan hilangnya empati dan tanggung jawab moral dari pihak perusahaan. Perilaku seperti ini tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun,” katanya menegaskan.
Dia mengingatkan aparat penegak hukum, khususnya Polres Morowali, agar menjalankan proses penyelidikan secara profesional, transparan, dan tanpa intervensi. Ia menolak keras segala bentuk upaya menutup-nutupi fakta yang dapat merusak kepercayaan publik.
“Polisi harus terbuka dan jujur kepada publik. Usut tuntas kasus ini, bongkar semua pelanggaran, baik itu SOP K3 maupun dugaan unsur pidana. Jangan sampai ada permainan di balik layar. Jika ini ditutup-tutupi, kepercayaan masyarakat terhadap hukum bisa runtuh,” pesannya.
Sebelumnya, salah seorang pekerja pada jaringan kabel pada Tower Stasiun listrik Tegangan Tinggi (Sutet) milik perusahan PT Hengjaya dilaporkan tewas pada Selasa (24/3).
Korban bernama Sawar (56), warga desa Bete-Bete, Kecamatan Bahodopi. Sebelum ditemukan tewas, korban diantar anaknya ke lokasi kerja di Kompleks PT Hengjaya pada pukul 07.00 Wita dan biasanya dijemput kembali pada pukul 16.00 Wita.
Tetapi, pada hari naas itu, korban berkali kali coba dihubungi anaknya tetapi tidak direspon. Hal ini menimbulkan kekhawatiran pihak keluarga terhadap keselamatan korban, upaya menghubungi rekan kerja korban juga dilakukan tetapi lambat mendapat respon.
Saat menuju lokasi kerja korban, keluarga dan masyarakat Desa Bete-Bete berpapasan dengan mobil jenis LV milik perusahaan, tampak jenazah korban telah terbujur dengan dibungkus karung goni besar. Keluarga dan masyarakat meminta jenazah dibawa langsung ke rumah korban.
Jenasah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Bahodopi untuk dilakukan visum luar, pihak keluarga juga menghubungi kepolisian guna melakukan pengusutan penyebab pasti kematian korban.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
