Logo Header Antaranews Sulteng

BPS siap sediakan data untuk dukung percepatan pemenuhan hak anak

Senin, 20 April 2026 15:41 WIB
Image Print
Tangkapan layar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti dalam agenda Peluncuran Program Kerja Sama Pemerintah Indonesia dan UNICEF Periode 2026-2030 di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (20/4/2026). ANTARA/ (Muhammad Baqir Idrus Alatas)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, pihaknya akan mendorong penguatan kolaborasi dengan United Nations Children's Fund (UNICEF) dalam penyediaan data yang mendukung percepatan pemenuhan hak-hak anak secara inklusif dan berkelanjutan.

“Kolaborasi yang akan kami teruskan antara lain adalah mengeksplorasi kekayaan data dan informasi dari Susenas (Survei Sosial Ekonomi Nasional), terutama terkait dengan pengukuran perkembangan anak usia dini, Early Childhood Development Index (ECDI),” ujar dia dalam agenda Peluncuran Program Kerja Sama Pemerintah Indonesia dan UNICEF Periode 2026-2030 di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin.

Selama ini, lanjutnya, BPS telah melakukan kemitraan strategis dengan UNICEF yang memberikan kontribusi penting dalam penyediaan data statistik berkualitas, terutama terkait pemenuhan hak dan kesejahteraan anak.

Kerja sama antara BPS dengan UNICEF telah menghasilkan beberapa capaian penting, di antaranya mengembangkan ECDI, hingga melakukan analisis kemiskinan anak multidimensi dan analisis kesehatan dan gizi anak berbasis data Susenas.

Seluruh upaya ini, katanya yang akrab dipanggil Winny, menunjukkan bahwa kolaborasi antara BPS dengan UNICEF bisa menghasilkan data lebih baik dan bermakna untuk pembangunan lebih tepat sasaran.

“Untuk ke depan, BPS menegaskan komitmen untuk terus mendukung keberlanjutan kerja sama ini antara BPS dengan UNICEF di bawah tentunya koordinasi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional,” ungkapnya.

Selain dalam penyediaan data, BPS turut akan melanjutkan kolaborasi dalam menghitung indikator makanan pendamping asi hingga level kabupaten/kota dengan metode Small Area Estimation (SAA) untuk memberikan data terpilah.

Hal ini disebabkan UNICEF menginginkan data yang dihasilkan tak hanya di level agregat makro, tetapi juga data terpilah yang dibutuhkan untuk melihat secara terperinci.

BPS juga akan berkolaborasi dengan UNICEF untuk menghadirkan analisis dampak pemberian makan bayi dan anak terhadap stunting, serta penguatan data sosial-ekonomi untuk menghadirkan data yang terkait dengan anak.

“Tentunya kami akan terus berkomitmen untuk berkolaborasi dengan UNICEF untuk terus menghadirkan data-data statistik yang dibutuhkan oleh pemerintah Indonesia dalam pembangunan, dan tentunya kami akan terus menghadirkan statistik berkualitas, statistik bermakna, dan statistik berdampak,” kata Amalia.




Pewarta :
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026