Logo Header Antaranews Sulteng

OJK Sulteng tingkatkan literasi keuangan bagi penyandang disabilitas

Rabu, 13 Mei 2026 15:37 WIB
Image Print
Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah Bonny Hardi Putra. ANTARA/HO-Humas OJK Sulteng

Palu (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi penyandang disabilitas guna menciptakan akses layanan keuangan yang lebih inklusif, aksesibel, dan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

Kepala OJK Provinsi Sulawesi Tengah Bonny Hardi Putra di Palu, Rabu, mengatakan penyandang disabilitas perlu memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses layanan jasa keuangan dan pengembangan ekonomi.

Ia menjelaskan OJK telah melaksanakan kegiatan edukasi keuangan, business matching, sekaligus peluncuran Buku Pedoman Literasi Keuangan bagi penyandang disabilitas.

"Kami mendorong penyandang disabilitas agar semakin cakap dalam mengelola keuangan, memiliki akses yang lebih luas terhadap produk dan layanan jasa keuangan, serta memperoleh peluang pengembangan usaha dan pembiayaan melalui kegiatan business matching,” katanya.

Menurut dia, OJK telah menerbitkan POJK Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan serta POJK Nomor 3 Tahun 2023 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan bagi Konsumen dan Masyarakat.

Melalui kebijakan tersebut, pelaku usaha jasa keuangan didorong menyediakan layanan inklusif bagi penyandang disabilitas, antara lain formulir huruf braille bagi penyandang disabilitas netra, media informasi yang aksesibel, layanan prioritas, serta sarana dan prasarana pendukung lainnya.

Selain itu, kata dia, OJK juga telah meluncurkan Buku Pedoman Literasi Keuangan bagi Penyandang Disabilitas bertema “Disabilitas Cerdas dan Sehat Finansial Menuju Indonesia Emas 2045” hasil kolaborasi bersama Kementerian Sosial RI, Kementerian PPN/Bappenas, dan Komisi Nasional Disabilitas RI.

"Buku tersebut disusun untuk memberikan panduan sederhana mengenai prinsip-prinsip dasar pengelolaan keuangan, seperti pengelolaan uang dan bantuan sosial, membedakan kebutuhan dan keinginan, menabung, hingga memampukan penyandang disabilitas untuk mulai berinvestasi secara bijak dan aman," ujarnya.

Selain itu, ia mengatakan materi dalam buku tersebut dapat menjadi “tameng” dalam menghadapi berbagai modus kejahatan di sektor jasa keuangan.

Dalam pengembangannya, pedoman tersebut juga akan tersedia dalam format ramah disabilitas seperti braille, audiobook, dan format lainnya.

Oleh karena itu, ia mengharapkan kegiatan peningkatan literasi dan inklusi keuangan bagi penyandang disabilitas dapat mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.





Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026