
Alumni Universitas Tadulako capai 61.074 orang

Palu, (Antaranews Sulteng) - Rektor Universitas Tadulako (Untad) Prof Muhammad Basir menyatakan jumlah keseluruhan Alumni hingga saat ini mencapai angka 61.074 orang.
Hal itu disampaikannya pada wisuda ke-90, di Auditorium Untad, Kamis, yang diikuti 966 orang wisudawan. Jumlah tersebut terdiri dari 87 orang diantaranya adalah lulusan Pascasarjana jenjang S2, S3 dan 879 orang jenjang S1 dan diploma, dari 11 fakultas dilingkungan Untad.
Rinciannya, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 350 orang, Fakultas Kedokteran sebanyak 16 orang, Fakultas Ilmus Sosial dan Ilmu Politik sebanyak 111 orang, Fakultas Ekonomi sebanyak 74 orang, Fakultas Hukum sebanyak 98 orang, Fakultas Teknik sebanyak 39 orang.
Kemudian Fakultas Kehutanan sebanyak 27 orang, Fakultas Kesehatan Masyarakat sebanyak 24 orang, Fakultas Pertanian sebanyak 59 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sebanyak 43 orang serta Fakultas Peternakan dan Perikanan sebanyak 18 orang.
Rektor menyampaikan, wisuda bukan penghujung perjalanan panjang yang sudah dilewati, tapi hari pertama dari lembaran baru kedepan. Olehnya Rektor menitipkan pesan, mulailah bekerja keras karena sesuatu tidak akan pernah merangkul hanya dengan harapan tetapi harus dengan berjuang serta menjadi alumni yang pandai introspeksi.
"Mengukur kemampuan jangan gunakan perasaan, tetapi pakai assesment rasionalitas. Modal dasar telah kalian miliki dalam membangun interaksi dan transaksi kehidupan yang diraih dari almamater kalian selama duduk di bangku penggodokan. Doa dan kasih sayang dari orang-orang yang dikasihi telah mengantarkan kalian menjadi putra-putri Tadulako yang bersahaja," katanya.
Di penghujung Rektor menyampaikan, sebagai bentuk kesetangkupan antara almamater dan alumni, para wisudawan jangan sampai mendapat julukan kacang lupa akan kulitnya. Olehnya dia meminta untuk segera bergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Untad melalui fakultas masing-masing.
Para wisudawan yang dilepas saat itu, ada lima orang menunjukan prestasi dibidang akademik, termasuk nilai-nilai spirit yang mereka miliki, dan yang terbaik adalah Armin Muis, Program studi (Prodi) S3 Ilmu Ekonomi.
Untuk jenjang S2 wisudawan terbaik adalah Fitrawaty dari Prodi S2 Manajemen, lama studi satu tahun lebih dengan IPK 3,97. Jenjang S1 IPK tertinggi sekaligus lulusan tercepat, Muhmmad Syaiful Fadly Abdul Majid dari Prodi Teknik Mesin Fakultas Teknik, meraih IPK 3,80 dengan yudisium Cum Laude dan masa studi 3 tahun lebih. Sementara wisudawan termuda diraih Fitria Maslin dari prodi PGSD FKIP dengan usia 19 tahun. Sementara, wisudawan terbaik dari jenjang pendidikan D3, Fitri Wahyuningsih.
Terdapat pula lulusan tertua dari jenjang S2 Ilmu Hukum, dirinya dijadikan sebagai spirit dan teladan pada wisuda ke 90 itu, dimana lulusan tersebut memegang teguh motto Long Life Education, wisudawan itu adalah I Made Yasa, lahir di Singaraja Bali 14 April 1944 atau saat ini berusia 73 Tahun 8 bulan dan 13 hari. Wisudawan tertua itu adalah mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng tahun 2003-2005.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Sukardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
