
Coral Biorock Di Bali Mampu Sedot Turis

Sedikitnya ada 50 turis asing per minggu untuk melihat, snorkeling dan menyelam di kawasan Biorock itu
Pemuteran - Terumbu karang buatan di Pemuteran, Bali Utara, yang dikenal dengan "Biorock Coral" ternyata mampu menyedot turis asing, terutama Eropa, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya.
"Turis asing yang menginap di resor-resor di Pemuteran ini pasti akan melihat dengan snorkeling atau menyelam ke kawasan Biorock (terumbu karang buatan). Ini merupakan kawasan terumbu karang buatan terbesar di dunia," kata Komang Astika, manager operasional Biorock, di Pemuteran, Bali Utara, Minggu.
Biorock adalah terumbu karang buatan yang dialiri listrik tegangan rendah sehingga mampu mempercepat pembentukan karang pada besi yang dibangun dalam berbagai bentuk.
Pemuteran merupakan kawasan Biorock terbesar di dunia, dengan 72 struktur bangunan yang ditanam di atas dasar laut seluas 2 ha. Belum lama ini, salah satu organisasi PBB, United Nations Development Programme (UNDP)), memberikan penghargaan pelestarian lingkungan hidup.
Kawasan pembangunan terumbu karang buatan itu dimulai tahun 2012 karena nelayan mencari ikan dengan cara yang tidak ramah lingkungan yakni menggunakan bom sehingga merusak terumbu karang di sana. Ditambah dengan pemanasan global yang menyebabkan pemutihan pada terumbu karang di sana yang menyebabkan kematian. Akibatnya, nelayan sulit mendapatkan ikan dan terpaksa berlayar jauh ke tengah laut.
Dengan adanya Biorock ini, ikan kembali banyak di tepi pantai Pemuteran karena terumbu karang memberikan banyak makanan bagi ikan-ikan. "Nelayan yang biasanya mendapat ikan misalkan 2 kg menjadi 10 kg," kata Komang.
Selain itu, kawasan Biorock yang diprakarsai oleh Prof Tom Goreau, asal Jamaica, ini juga mampu membangun kawasan resor di Pemuteran, Bali Utara. Perlu waktu empat jam dari Denpasar dengan mobil. "Sebagian besar turis yang datang ke Pemuteran berasal dari Eropa, sisanya dari Jepang, Korsel, Amerika dan Kanada," tambah Komang.
Sedikitnya ada 50 turis asing per minggu untuk melihat, snorkeling dan menyelam di kawasan Biorock itu. Seorang turis asal Perth, Australia, Sue (51) mengaku sudah dua kali datang ke Pemuteran untuk menyelam di kawasan Biorock.
"Saya akan menyumbang untuk membangun Biorock Coral di sini. Bahkan setelah pensiun, saya akan menghabiskan sisa hidup saya di Pemuteran ini," katanya.
Kehidupan sosial ekonomi masyarakat Pemuteran semakin berkembang karena tangkapan ikan semakin banyak, dan mata pencarian pun bergeser ke sektor jasa yaknis pariwisata.
Pembuatan terumbu karang buatan telah menarik perhatian Bank ANZ Indonesia. Hasil penjualan ORI 009 (obligasi pemerintah) pada dua minggu pertama September 2012 yang mencapai Rp397 miliar telah disumbangkan untuk pembangunan struktur terumbu karang buatan (Biorock) bertuliskan ANZ dan logonya.
"Hasil keuntungan penjualan ORI 009 yang bertemakan pelestarian lingkungan hidup, sebagian kami alokasikan untuk membangun terumbu karang buatan di Pemuteran. Ini merupakan kegiatan dari CSR (tanggungjawab sosial perusahaan) kami," kata Wira Budi Hartawan, kepala regional ANZ Indonesia untuk wilayah Timur.
Menurut Komang, bank asing ini merupakan perusahaan yang pertama yang mensponsori pembuatan terumbu karang sebagai CSR. Diharapkan, kegiatan CSR ini dapat memancing perusahaan lain melakukan CSR dengan bentuk pembangunan terumbu karang buatan.
Beberapa terumbu karang di sana ada yang berbentuk sepeda, patung budha, dan bentuk lainnya. Sehingga para turis yang hobi dengan panorama bawah laut akan melihat keindahan terumbu karang buatan ini karena kedalamannya hanya 6-7 meter.(A029/SKD)
Pewarta :
Editor:
Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026
