Logo Header Antaranews Sulteng

Aktivitas Di Pasar Sentral Poso Normal

Minggu, 4 November 2012 09:05 WIB
Image Print

Poso- Aktivitas perdagangan di Pasar Sentral Poso, Sulawesi Tengah, pada Minggu pagi kembali normal, setelah pasar itu tutup total pada Sabtu (3/11), menyusul penggerebekan tempat persembuyian para terduga teroris oleh Densus 88/Antiteror di sekitar pasar itu.

Wartawan ANTARA yang menyusuri pasar terbesar dan satu-satunya di Ibu Kota Kabupaten Poso itu, Minggu pagi, melaporkan, aktivitas jual beli tampak cukup ramai.

Seorang tukang ojek yang sering mangkal di depan pasar sentral itu mengatakan aktivitas di Pasar Sentral Poso itu mulai ramai sekitar pukul 05.00 WITA usai salat subuh.

Tempat-tempat penjualan ikan, daging, sayur mayur dan bumbu-bumbu terlihat padat dengan pembeli saat matahari mulai terbit, apalagi hari ini adalah hari libur.

Los-los penjual pakaian, sembako, barang-barang kebutuhan rumah tangga hingga pedagang jam tangan, elektronik dan telepon genggam tampak semuanya terbuka.

Di lokasi penjualan ikan, daging dan sayur-mayur, meski pembeli cukup padat, namun warga mengaku tidak ada kenaikan harga jual.

"Saya baru beli sayur mayur dan ikan suntung (cumi-cumi). Harganya sama saja dengan kemarin-kemarin," kata seorang pemuda yang baru saja keluar dari pasar dengan menenteng barang-barang belanjaannya untuk menunggu angkot.

Sementara itu, aktivitas di dalam Kota Poso berlangsung normal. Lalu lintas berjalan lancar, dan toko-toko tampak terbuka, meski beberapa yang masih tutup karena libur hari Minggu.

Jalur jalan trans Sulawesi di Kelurahan Kayamanya sudah bersih dari sampah-sampah bekas aksi massa pada Sabtu petang, yang menutup jalan itu dengan batu-batu, balak dan pepohonan serta membakar ban-bank bekas sehingga lalulintas tampak sangat lancar dan ramai.

Kapolda Sulteng Brigjen Pol Dewa Parsana yang dihubungi terpisah menegaskan kembali bahwa situasi di Kota Poso sangat kondusif meskipun polisi tetap siaga menjaga kemungkinan aksi lanjutan dari oknum-oknum pendukung garis keras yang tidak ingin daerah ini aman.

Ia terus menghimbau peran tokoh-tokoh agama dan masyarakat serta pemeritnah daerah untuk menghimbau warga agar meninggalkan paham kekerasan dalam mengatasi masalah namun menanamkan paham damai dan sejahtera sesuai norma-norma agama dan adat-istiadat yang berlaku. (R007)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026