Pemda Morowali Utara terbitkan 2.900 sertifikat gratis

id Morut,sertifikat gratis,bpn

Bupati Morowali Utara Ir Aptripel Tumimomor, MT (kiri) mendengarkan penjelasan Plt Perwakilan Kantor BPN Poso di Morowali Arhenis Marannu di rujab bupati setempat, Jumat (13/7) (Antaranews Sulteng/Rolex Malaha)

Palu (Antaranews Sulteng) - Pemerintah Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, bekerja sama Badan Pertanahan Nasional (BPN) setempat, menargetkan untuk menerbitkan 2.900 sertifikat gratis untuk penduduk miskin di daerah itu pada tahun 2018 ini.

"Jumlah itu meningkat cukup drastis dibanding 2017 sebanyak 2.400 lembar karena dukungan Pemda yang sangat besar," kata Arhenis Maranu, Pelaksana Tugas Perwakilan BPN Kabupaten Morowali Utara yang dihubungi di Kolonodale, Selasa.

Ia yakin sertifikat gratis yang akan terbit tahun ini bisa melebihi target itu karena Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor telah menjanjikan akan mengalokasikan dana APBD 2018 sebesar Rp4 miliar guna mengakselerasi program sertifikat gratis itu.

"Tahun lalu pemda setempat membantu dana untuk program ini sebesar Rp2,5 miliar, dan tahun ini akan dinaikkan menjadi Rp4 miliar," ujar Arhenis.

Atas komitmen tinggi Pemda Morowali Utara terhadap program sertifikasi tanah gratis untuk masyarakat miskin itu, katanya, Bupati Morowali Aptripel Tumimomor beberapa waktu lalu diundang Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofjan Djalil untuk memaparkan program-program Pemda Morowali Utara dalam bidang ATR/BPN.

Baca juga: Kakanwil BPN: Mengurus Sertifikat Prona Gratis

"Pak menteri sangat tertarik dengan pemaparan pak bupati, dan mendukung program-programnya. Karena itu, menurut rencana, Menteri ATR/Kepala BPN Sofjan Djalil akan berkunjung ke Morowali Utara akhir Juli 2018 ini untuk menyerahkan sertifikat gratis kepada warga miskin dan menyerahkan penghargaan kepada Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor," ujar Arhenis lagi.

Bupati Morowali Utara Aptripel Tumimomor membenarkan seluruh penjelasan Arhenis Maranu dan menyebutkan bahwa sertifikasi gratis untuk warga miskin merupakan salah satu program unggulannya sejak memimpin daerah itu awal 2016.

"Sertifikat ini sangat penting dan strategis bagi warga kurang mampu karena selain memberikan pengakuan hukum terhadap hak atas tanah yang mereka kuasai, sertifikat ini juga bisa merupakan asset untuk meningkatkan kesejehteraan karena bisa menjadi agunan dalam memperoleh pinjaman untuk modal usaha," ujarnya.

Dukungan besar Pemda Morowali Utara terhadap program sertifikasi tanah untuk penduduk miskin ini juga merupakan wujud komitmen pemda setempat mendukung program sertifikasi gratis yang dicanangkan Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Aptripel mengakui bahwa populasi penduduk miskin di daerahnya masih cukup tinggi yakni mencapai 16 persen dari total populasi 112.000 jiwa. Angka itu lebih tinggi dari angka kemiskinan rata-rata Provinsi Sulteng yang mencapai 14,22 persen.

Baca juga: Presiden Target Keluarkan 5 Juta Sertifikat Gratis
 
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar