Pertamina jamin stok elpiji bersubsidi di Sulteng aman

id Elpiji, Pertamina, palu

Penyaluran elpiji bersubsidi tiga kilogram oleh agen penyalur PT Patrindo Utama Mandiri untuk mengisi stok pangkalan di Kota Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (17/5/2019). (ANTARA/Moh Ridwan)

Masyarakat bisa mengawasi penyaluran elpiji. Jika ada temuan langsung laporkan kepada kami memalui kontak pengaduan atau cell center Pertamina 135
Palu (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) sudah memastikan ketersediaan elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram di Provinsi Sulawesi Tengah aman.

Pjs Unit Manager Communication & CSR Pertamina MOR VII Sulawesi Ahad Rahedi yang dihubungi dari Palu, Selasa mengatakan konsumsi elpiji bersubsidi di Sulteng terus menunjukan peningkatan sejak tujuh bulan terakhir.

Periode Juli 2019 konsumsi elpiji bersubsidi meningkat 4.087,44 metrik ton dibanding Juni yang hanya 3.897,60 metrik ton. "Itu artinya penggunaan cukup tinggi," ungkap Ahad.

Puncak peningkatan konsumsi elpiji tiga kilogran di provinsi itu terjadi pada Mei sebesar 4. 472,16 metrik ton atau meningkat 11 persen karena bertepatan dengan Lebaran Idul Fitri, di mana penggunaan elpiji oleh masyarakat lebih banyak dibanding hari-hari normal.

Baca juga : Gubernur minta tindak tegas penimbun gas 3Kg

Meski terjadi peningkatan konsumsi, namun Pertamina menjamin ketersediaan stok elpiji karena distribusi sesuai dengan kuota yang disediakan.

Harga elpiji ukuran tiga kilogram di tingkat pengecer mencapai Rp35.000 per tabung di Kota Palu,  demikian pula di Kabupaten Parigi Moutong harga eceran elpiji bersubsidi di kisaran Rp35.000- Rp40.000 per tabung.

"Masyarakat membeli elpiji di pangkalan resmi karena harganya sudah sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, " kata Ahad.

Sesuai aturan, elpiji tiga kilogram khusus diperuntukkan bagi warga kurang mampu. Bagi masyarakat ekonomi menengah ke atas, Pertamina menyediakan Bright Gas ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram.

"Masyarakat bisa mengawasi penyaluran elpiji. Jika ada temuan langsung laporkan kepada kami memalui kontak pengaduan atau cell center Pertamina 135," ujar Ahad.
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar