Gubernur buka pameran 'chocolatte and coffee face 2019

id Rumah Coklat, Kakao SUlteng

Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si secara resmi membuka pameran 'chocolatte and coffee face 2019' program pengembangan dan pengamanan perdagangan luar negeri ditandai penekanan tombol sirine serta peninjauan ke stand pameran di Lapangan Vatulemo, Jumat. (HumasProv)

Khususnya untuk kakao rumah coklat yang menyediakan coklat premium yang diolah dari biji kakao fermentasi asli dari Sulawesi Tengah dan setelah diversifikasi produk olahan coklat seperti coklat bar, praline, minuman dan sebagainya
Palu (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah Drs. H. Longki Djanggola, M.Si secara resmi membuka pameran 'chocolatte and coffee face 2019' program pengembangan dan pengamanan perdagangan luar negeri ditandai penekanan tombol sirine serta peninjauan ke stand pameran di Lapangan Vatulemo, Jumat.

Pada kesempatan itu, gubernur didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah Richard Arnaldo Djanggola SE, MSA bersama sejumlah pejabat tinggi lainnya.
 
Kegiatan ini berlangsung 23 s/d 25 Agustus 2019 dan akan dijadikan sebagai agenda tahunan dan diikuti 14 usaha kecil menengah, 20 pengusaha kopi, 17 pengusaha coklat serta perwakilan dari Provinsi Sulawesi Barat.

Ketua panitia pelaksana yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah Richard Arnaldo Djanggola mengatakan tujuan dari kegiatan tersebut untuk memberikan pendidikan yang benar tentang manfaat coklat dan biji kopi baik secara ekonomi maupun kesehatan.

Selain itu juga mendukung pencapaian target Indonesia menjadi produsen kakao dan biji kopi terbesar ketiga dunia dan memenuhi kebutuhan dalam negeri dan pasar global, mempercepat peningkatan konsumsi coklat dan kopi nasional.

Richard mengatakan event itu juga menumbuhkembangkan kecintaan terhadap produk dalam negeri, mendorong hilirisasi industri dalam negeri dengan peningkatan nilai tambah produk kakao dan biji kopi berkualitas.

Baca juga : Gubernur minta Menteri Pertanian perhatikan kakao Sulteng

Tujuan lainnya membantu meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia khususnya petani Sulawesi Tengah, membantu meningkatkan mutu produksi olahan coklat dan kopi khas daerah dari berbagai IKM serta mempromosikan kepada masyarakat produk olahan coklat dan kopi khas daerah dari berbagai IKM binaan Pemprov Sulteng.

Sementara itu Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengatakan kegiatan yang dilaksanakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah itu telah mendukung pengembangan potensi kakao dan kopi di Indonesia melalui peningkatan nilai tambah.

"Khususnya untuk kakao rumah coklat yang menyediakan coklat premium yang diolah dari biji kakao fermentasi asli dari Sulawesi Tengah dan setelah diversifikasi produk olahan coklat seperti coklat bar, praline, minuman dan sebagainya," katanya.

Sedangkan untuk biji kopi Sulawesi Tengah juga memiliki berbagai kualitas yang tidak kalah bagus dari daerah lain.

Baca juga : Pemprov Sulteng sambut rencana pembangunan industri kakao

Menurut Longki, Indonesia berada di posisi ketiga sebagai produsen biji kakao terbesar dunia setelah Pantai Gading dan Ghana dengan areal seluas kurang lebih 1,9 juta hektare.

Begitupun kopi yang dibudidayakan dan diekspor dari Indonesia menempati peringkat keempat terbesar di dunia dari segi hasil produksi sebanyak 648.000 ton setelah Brazil, Vietnam dan Kolombia sehingga Indonesia masih memiliki potensi untuk menaikkan produksinya.

"Oleh karena itu  perlu adanya dukungan dari berbagai sektor agar potensi kakao dan kopi Indonesia dapat dikembangkan secara maksimal," katanya. 

Salah satu bentuk dukungan itu kata Longki adalah dengan mempromosikan komoditas kakao menjadi coklat kreatif dan biji kopi menjadi kopi dengan cita rasa yang tinggi.***
 
Pewarta :
Editor : Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar