Logo Header Antaranews Sulteng

Menpora: Sanksi Terhadap Pieter Rumaropen Hal Biasa

Sabtu, 27 April 2013 17:25 WIB
Image Print
Pieter Rumaropen dan wasit Muhaimin (Istimewa)
Saya.....sangat setuju terhadap sanksi itu, dan saya instruksikan kepada PSSI untuk bertindak tegas," katanya.

Magelang (antarasulteng.com) - Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo menilai sanksi larangan bermain seumur hidup terhadap pemain Persiwa Wamena Pieter Rumaropen karena memukul wasit merupakan hukuman biasa di negara maju dan bermartabat.

"Saya dari Kementerian Pemuda dan Olahraga sangat setuju terhadap sanksi itu, dan saya instruksikan kepada PSSI untuk bertindak tegas," katanya sebelum mengikuti reli mobil kuno di Magelang, Sabtu.

Ia mengatakan bahwa pemain sepak bola tidak boleh melakukan kekerasan, apalagi terhadap wasit.

Seperti diketahui Komisi Disiplin (Komdis) PSSI telah menjatuhkan sanksi kepada pemain Persiwa Wamena Pieter Rumaropen dilarang aktif bermain sepak bola seumur hidup karena telah memukul wasit Muhaimin dalam pertandingan melawan Pelita Bandung Raya pada lanjutan Indonesia Super League, Minggu (21/4).

Setelah pemukulan, hidung Muhaimin cedera dan bajunya pun berlumuran darah.

Akibat insiden pemukulan tersebut, Muhaimin tidak bisa melanjutkan pertandingan dan kemudian digantikan oleh wasit cadangan.

Pieter langsung diganjar kartu merah atas ulahnya pada pertandingan yang berakhir 2-1 untuk kemenangan PBR itu.(H018)




Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026