Mukomuko (ANTARA) -
Harga pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit oleh sebagian besar pabrik minyak kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, selama tiga hari terakhir mengalami kenaikkan dua kali, diduga karena pengaruh kenaikan harga minyak mentah sawit atau CPO dunia.
 
"Harga TBS kelapa sawit naik sebesar Rp50-Rp110 per kg di sebagian besar pabrik mulai tanggal 19 Februari 2022, kini harganya naik lagi rata-rata Rp30 per kg," kata Kepala Seksi Kemitraan dan Perizinan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Sudianto di Mukomuko, Senin.
 
Ia mengatakan hal itu setelah menerima data perkembangan harga tandan buah segar kelapa sawit sejak beberapa hari ini dari sebanyak 10 pabrik minyak kelapa sawit yang tersebar di sejumlah wilayah daerah ini.

Harga pembelian TBS kelapa sawit di sebagian besar pabrik minyak kelapa sawit di daerah ini, Sabtu, sebesar Rp2.980-Rp3.210 per kg, naik dibandingkan tiga hari yang lalu sebesar Rp2.900-Rp3.110 per kg

Ia berharap, harga sawit yang dibeli oleh pabrik minyak kelapa sawit di daerah ini terus naik agar petani gembira karena kesejahteraannya meningkat dibandingkan sebelumnya.
 
Ia menyebutkan, harga jual tandan buah segar kelapa sawit di PT Sapta Sentosa Jaya Abadi masih tetap sebesar Rp2.980 per kg, harga sawit di PT Karya Sawitindo Mas naik dari sebesar Rp3.110 per kg menjadi Rp3.140 per kg.
 
Harga sawit di PT Mukomuko Indah Lestari naik dari sebesar Rp3.090 per kg menjadi Rp3.120 per kg, harga sawit di PT Surya Andalan Primatama masih bertahan sebesar Rp3.160 per kg, harga sawit di PT Karya Agro Sawitindo naik dari sebesar Rp3.070 per kg menjadi Rp3.100 per kg.

Lalu harga sawit di PT Daria Dharma Pratama naik dari sebesar Rp3.110 per kg menjadi Rp3.140 per kg, harga sawit di di PT Bumi Mentari Karya naik dari sebesar Rp3.160 per kg menjadi Rp3.190 per kg, harga sawit di PT Gajah Sakti Sawit naik dari sebesar Rp3.160 per kg menjadi Rp3.190 per kg, harga sawit di PT Usaha Sawit Mandiri masih tetap sebesar Rp3.210 per kg. 

Pewarta : Ferri Aryanto
Editor : Mohamad Ridwan
Copyright © ANTARA 2024