Sulteng Sediakan Kendaraan Operasional Untuk Tamu GMT
Senin, 29 Februari 2016 7:44 WIB
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulawesi Tengah (Antarasulteng.com/istimewa)
Palu, (antarasulteng.com) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyediakan sejumlah kendaraan operasional untuk penjemputan dan mengantar tamu-tamu asing dan domestik yang akan menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT) 9 Maret 2016 di sejumlah titik pantau di daerah ini.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Tengah Sitti Norma Mardjanu mengemukakan di Palu, Minggu, penyedian kendaraan operasional itu melibatkan untuk kenyamanan dan kelancaran aktivitas para tamu melaksanakan kegiatannya terkait GMT.
"Untuk kenyamanan dan kelancaram tamu menyaksikan GMT pada 9 Maret di tujuh titik pantau, maka perlu ada kendaraan operasional," ungkap Norma.
Hal itu, sebut dia, tidak hanya menjadi tanggungan Pemprov Sulteng semata melainkan juga kewajiban seluruh SKPD terkait.
Ia tidak menyebut berapa banyak kendaraan yang disiapkan, namun mengemukakan bahwa penyediaan kendaraan operasional tersebut akan diatur secara tekhnis oleh SKPD terkait.
"Hal ini merupakan bentuk pelayanan pemerintah kepada tamu yang akan hadir di daerah yang dilalui oleh gerhana, untuk saling menghormati dan memberikan kenyamanan," sebutnya.
Pelayanan di bidang tersebut akan di upayakan semaksimal mungkin, mulai dari sebelum 9 Maret hingga selesai dan tamu serta wisatawan kembali ke daerah atau negara masing-masing.
Sulteng diperkirakan akan menerima sekitar 10.000 tamu yang akan menyaksikan GMT di daerah ini.
Hingga Sabtu (27/2), kata Sitti Norma, sudah tercatat 5.000 tamu asing yang akan datang dan jumlah itu terus bertambah setiap hari.
Titik pantau GMT di Sulteng terdapat di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso.
GMT diperkirakan terjadi pada pukul 08.35 WITA dengan durasi lebih dari dua menit.
Pemerintah Provinsi Sulteng dan sejumlah event organizer teah menyipakan festival seni dan budaya serta kuliner untuk menghibur tamu-tamu GMT tersebut mulai 7 sampai 10 Maret 2016.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Tengah Sitti Norma Mardjanu mengemukakan di Palu, Minggu, penyedian kendaraan operasional itu melibatkan untuk kenyamanan dan kelancaran aktivitas para tamu melaksanakan kegiatannya terkait GMT.
"Untuk kenyamanan dan kelancaram tamu menyaksikan GMT pada 9 Maret di tujuh titik pantau, maka perlu ada kendaraan operasional," ungkap Norma.
Hal itu, sebut dia, tidak hanya menjadi tanggungan Pemprov Sulteng semata melainkan juga kewajiban seluruh SKPD terkait.
Ia tidak menyebut berapa banyak kendaraan yang disiapkan, namun mengemukakan bahwa penyediaan kendaraan operasional tersebut akan diatur secara tekhnis oleh SKPD terkait.
"Hal ini merupakan bentuk pelayanan pemerintah kepada tamu yang akan hadir di daerah yang dilalui oleh gerhana, untuk saling menghormati dan memberikan kenyamanan," sebutnya.
Pelayanan di bidang tersebut akan di upayakan semaksimal mungkin, mulai dari sebelum 9 Maret hingga selesai dan tamu serta wisatawan kembali ke daerah atau negara masing-masing.
Sulteng diperkirakan akan menerima sekitar 10.000 tamu yang akan menyaksikan GMT di daerah ini.
Hingga Sabtu (27/2), kata Sitti Norma, sudah tercatat 5.000 tamu asing yang akan datang dan jumlah itu terus bertambah setiap hari.
Titik pantau GMT di Sulteng terdapat di Kota Palu, Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Poso.
GMT diperkirakan terjadi pada pukul 08.35 WITA dengan durasi lebih dari dua menit.
Pemerintah Provinsi Sulteng dan sejumlah event organizer teah menyipakan festival seni dan budaya serta kuliner untuk menghibur tamu-tamu GMT tersebut mulai 7 sampai 10 Maret 2016.
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pejabat PBB serukan hentikan pasokan senjata dan amunisi untuk Israel
29 October 2024 9:02 WIB, 2024
Pakar katakan pemerintah perlu petakan komunitas tangani wabah COVID-19
29 March 2020 14:53 WIB, 2020
Terpopuler - Wisata & Budaya
Lihat Juga
Pepadi Apresiasi Wali Kota Bandarlampung lestarikan budaya Indonesia
23 February 2020 11:31 WIB, 2020
Potensi rugi akibat berkurangnya wisman China mencapai 2,8 miliar dolar
13 February 2020 17:24 WIB, 2020
Wapres dorong dunia pariwisata dapat berinovasi sikapi dampak corona
10 February 2020 16:03 WIB, 2020