Bulog Jamin Stok Beras Di Sulteng Aman
Kamis, 17 Maret 2016 19:30 WIB
Ilustrasi (antaranews)
Palu, (antarasulteng.com) - Kepala Perum Bulog Sulawesi Tengah Maruf menjamin stok beras yang ada di gudang saat ini masih aman untuk beberapa bulan ke depan.
"Kita sekarang ini masih kuasai stok beras sekitar 9.000 ton," katanya di Palu, Kamis.
Menurut dia, meski kegiatan pengadaan beras di daerah itu hingga kini masih nihil, namun Bulog masih punya stok untuk kebutuhan tiga bulan mendatang.
Dia mengaku pengadaan beras di Sulteng pada musim panen masa tanam (MT) pertama yang sudah mulai berlangsung di Kabupaten Parigi Moutong masih sulit terealisasi karena harga diatas HPP (harga pembelian pemerintah).
Di daerah itu, kata Maruf, harga beras di penggilingan masih berkisar Rp8.000/kg.
Sementara Bulog membeli beras mengacu kepada HPP yang ditetapkan pemerintah melalui Inpres Nomor 5 Tahun 2015 sebesar Rp7.300/kg.
Dengan selisih harga yang cukup mencolok tersebut, sangat sulit bagi Bulog untuk membeli.
"Kami berharap pada saat panen raya April sampai Juni mendatang, harga beras bisa turun," kata dia.
Jika tidak, lanjut Maruf, Bulog tentu akan mengalami kesulitan untuk membeli beras petani. "Dan kalau itu sampai terjadi, maka dipastikan Bulog terpaksa mendatangkan beras dari Bulog di daerah lain yang mengalami surplus pengadaan," katanya.
Selama ini, daerah yang mensuplai beras ke Bulog Sulteng adalah Sulsel dan Jatim. Dua daerah itu memang selama ini selalu surplus pengadaan.
Tetapi, Maruf tetap masih optimis bisa merealisasi pengadaan pada musim panen raya April-Juni 2016. "Kita targetkan bisa membeli beras petani sampai 60 persen dari target yang ditetapkan Bulog sebanyak 42.000 ton," ujarnya.
"Kita sekarang ini masih kuasai stok beras sekitar 9.000 ton," katanya di Palu, Kamis.
Menurut dia, meski kegiatan pengadaan beras di daerah itu hingga kini masih nihil, namun Bulog masih punya stok untuk kebutuhan tiga bulan mendatang.
Dia mengaku pengadaan beras di Sulteng pada musim panen masa tanam (MT) pertama yang sudah mulai berlangsung di Kabupaten Parigi Moutong masih sulit terealisasi karena harga diatas HPP (harga pembelian pemerintah).
Di daerah itu, kata Maruf, harga beras di penggilingan masih berkisar Rp8.000/kg.
Sementara Bulog membeli beras mengacu kepada HPP yang ditetapkan pemerintah melalui Inpres Nomor 5 Tahun 2015 sebesar Rp7.300/kg.
Dengan selisih harga yang cukup mencolok tersebut, sangat sulit bagi Bulog untuk membeli.
"Kami berharap pada saat panen raya April sampai Juni mendatang, harga beras bisa turun," kata dia.
Jika tidak, lanjut Maruf, Bulog tentu akan mengalami kesulitan untuk membeli beras petani. "Dan kalau itu sampai terjadi, maka dipastikan Bulog terpaksa mendatangkan beras dari Bulog di daerah lain yang mengalami surplus pengadaan," katanya.
Selama ini, daerah yang mensuplai beras ke Bulog Sulteng adalah Sulsel dan Jatim. Dua daerah itu memang selama ini selalu surplus pengadaan.
Tetapi, Maruf tetap masih optimis bisa merealisasi pengadaan pada musim panen raya April-Juni 2016. "Kita targetkan bisa membeli beras petani sampai 60 persen dari target yang ditetapkan Bulog sebanyak 42.000 ton," ujarnya.
Pewarta : Anas Masa
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bulog Sulawesi Tengah alokasikan 2.095 ton bantuan pangan untuk Parigi Moutong
29 August 2026 21:29 WIB
Bulog optimistis target serapan gabah petani di Sulawesi Tengah lebihi target
24 June 2026 16:20 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020