Danrem: TNI Siap Sukseskan Program Pajala
Selasa, 26 Juli 2016 19:45 WIB
Danrem 132/Tadulako Palu yang baru Kol Inf Muhamad Saleh Mustafa (Antarasulteng.com/Rolex Malaha)
Palu, (antarasulteng.com) - Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako Palu Kol Inf Mohamad Saleh Mustafa mengatakan jajaran TNI di Sulawesi Tengah siap menyukseskan program pemerintah terkait percepatan peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai (pajala) di daerah itu.
"Kami mendukung sepenuhnya apa yang menjadi kebijakan pemerintah dari tingkat pusat sampai ke provinsi, kabupaten dan kota," katanya di hadapan peserta rapat koordinasi bupati/wali kota se-Sulteng dengan Dandim dan pejabat tehnis terkait menyangkut peningkatan ketahanan pangan, Selasa.
Danrem Mohamad Saleh Mustafa mengatakan TNI berkomitmen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah dipercayakan pemerintah, termasuk dalam program khusus pajala di setiap daerah, termasuk di Provinsi Sulteng.
Karena itu, semua Dandim di setiap kabupaten dan kota di Sulteng sangat serius melakukan pengawasan dalam pendistribusin benih, pupuk, obat-obatan, dan peralatan pertanian.
Bahkan memberikan pendampingi kepada para petani untuk meningkatkan produktivitas sebagaimana yang diharapkan pemerintah pusat dan daerah.
TNI juga siap mengawal dan mengamankan kebijakan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola soal larangan penjualan beras produksi petani lokal ke luar wilayah Sulteng guna meningkatkan ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga beras di daerah ini.
"Kami mendukung sepenuhnya kebijakan Gubernur Sulteng terkait larangan penjualan beras ke luar wilayah Sulteng," katanya.
Karena itu, Danrem meminta jajarannya di seluruh kabupaten dan kota di Sulteng untuk benar-benar menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik, terutama dalam rangka menyukseskan pogram pajala.
Pemerintah pusat dan daerah berupaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pajala agar ke depan Indonesia bisa mandiri dalam penyediaan padi, jagung dan kedele untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Program ini akan tercapai jika semua pihak terkait bersama-sama dengan TNI di lapangan melaksanakan tugas tugas dan tanggung jawab dengan baik dan benar, katanya.
Rapat koordinasi soal pelarangan penjualan beras itu dipimpin Gubernur Sulteng Longki Djanggola dihadari para bupati, dandim dan pejabat tehnis lainnya se-Sulteng.
Juga hadir Asisten I Sekda Provinsi Sulteng dan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) setempat.
"Kami mendukung sepenuhnya apa yang menjadi kebijakan pemerintah dari tingkat pusat sampai ke provinsi, kabupaten dan kota," katanya di hadapan peserta rapat koordinasi bupati/wali kota se-Sulteng dengan Dandim dan pejabat tehnis terkait menyangkut peningkatan ketahanan pangan, Selasa.
Danrem Mohamad Saleh Mustafa mengatakan TNI berkomitmen untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah dipercayakan pemerintah, termasuk dalam program khusus pajala di setiap daerah, termasuk di Provinsi Sulteng.
Karena itu, semua Dandim di setiap kabupaten dan kota di Sulteng sangat serius melakukan pengawasan dalam pendistribusin benih, pupuk, obat-obatan, dan peralatan pertanian.
Bahkan memberikan pendampingi kepada para petani untuk meningkatkan produktivitas sebagaimana yang diharapkan pemerintah pusat dan daerah.
TNI juga siap mengawal dan mengamankan kebijakan Gubernur Sulteng, Longki Djanggola soal larangan penjualan beras produksi petani lokal ke luar wilayah Sulteng guna meningkatkan ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga beras di daerah ini.
"Kami mendukung sepenuhnya kebijakan Gubernur Sulteng terkait larangan penjualan beras ke luar wilayah Sulteng," katanya.
Karena itu, Danrem meminta jajarannya di seluruh kabupaten dan kota di Sulteng untuk benar-benar menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik, terutama dalam rangka menyukseskan pogram pajala.
Pemerintah pusat dan daerah berupaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pajala agar ke depan Indonesia bisa mandiri dalam penyediaan padi, jagung dan kedele untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Program ini akan tercapai jika semua pihak terkait bersama-sama dengan TNI di lapangan melaksanakan tugas tugas dan tanggung jawab dengan baik dan benar, katanya.
Rapat koordinasi soal pelarangan penjualan beras itu dipimpin Gubernur Sulteng Longki Djanggola dihadari para bupati, dandim dan pejabat tehnis lainnya se-Sulteng.
Juga hadir Asisten I Sekda Provinsi Sulteng dan Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) setempat.
Pewarta : Anas Masa
Editor : Rolex Malaha
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Sigi hibahkan lahan seluas 28 hektare dukung pembentukan Kodam baru
04 August 2025 12:17 WIB, 2025
Danrem: Korem 132/Tadulako jadi Kodam untuk perkuat pertahanan Sulteng dan Sulbar
24 July 2025 12:58 WIB, 2025
Danrem 132/Tadulako tinjau pengembangan demplot pertanian di Toli-Toli
27 February 2025 18:41 WIB, 2025
Danrem Tadulako: Peran Penerangan TNI AD sebagai alutsista informasi
15 January 2025 11:43 WIB, 2025
Danrem 132/Tadulako sebut Hari Juang TNI AD penguat semangat pengabdian
15 December 2024 15:01 WIB, 2024
Danrem 132/ Tadulako: Prajurit TNI langgar disiplin diproses sesuai hukum berlaku
08 December 2024 15:40 WIB, 2024
Terpopuler - Sulteng
Lihat Juga
200-an kontraktor proyek Pemprov Sulteng belum ikutkan karyawannya ke BPJamsostek
21 February 2020 11:49 WIB, 2020
Hanura rekomendasikan Hadianto-Reni berpasangan di Pilkada Kota Palu
21 February 2020 0:05 WIB, 2020