Penjualan Mobil Bekas Turun Drastis
Minggu, 9 September 2012 9:50 WIB
Ilustrasi (ANTARA)
Jakarta - Penjualan mobil bekas di Jakarta pada pada
Agustus 2012 mengalami penurunan dengan kisaran 50-70 persen
dibandingkan tahun lalu.
"Tahun ini penjualan kami benar-benar anjlok, jauh berbeda dengan tahun kemarin," kata Dadan, tenaga penjualan mobil bekas PT. Murni Bangun Kencana, Klender, Jakarta Timur, Jumat.
Dia mengungkapkan pada tahun 2011 penjualan mobil bekas di Showroomnya bisa mencapai 30 unit / bulan. Namun, tahun ini rata-rata hanya 11 unit / bulan.
Menurut Dadan, penurunan tersebut akibat penjual mobil baru banyak memberikan diskon yang besar.
Senada dengan Dadan, Mohamad Nasir, staf penjualan PT. Kitra Nusantara, di kawasan yang sama, mengatakan penurunan penjualan mobil bekas dipicu oleh banyaknya penjual mobil baru dengan diskon yang besar serta pemberian uang muka yang kecil.
"Showroom mobil sekarang banyak, dimana-mana, dan itu cukup berpengaruh bagi kami," ujarnya.
Selain itu, bagi Nasir berkurangnya pembeli mobil bekas dipengaruhi oleh penurunan perekonomian masyarakat di daerah.
"Kalau pendapatan masyarakat semakin besar, maka pembelian juga ikut meningkat, nah sekarang kita turun artinya ekonomi masyarakat juga lagi turun," katanya. Sebagian besar konsumen mobil bekas, kata dia berasal dari daerah di luar Jakarta.
Dia mengaku sampai Agustus 2012 ini mengalami penurunan penjualan hingga 70 persen. Ia berharap pemerintah meningkatkan pendapatan masyarakat baik di pusat maupun daerah. (SDP-56)
"Tahun ini penjualan kami benar-benar anjlok, jauh berbeda dengan tahun kemarin," kata Dadan, tenaga penjualan mobil bekas PT. Murni Bangun Kencana, Klender, Jakarta Timur, Jumat.
Dia mengungkapkan pada tahun 2011 penjualan mobil bekas di Showroomnya bisa mencapai 30 unit / bulan. Namun, tahun ini rata-rata hanya 11 unit / bulan.
Menurut Dadan, penurunan tersebut akibat penjual mobil baru banyak memberikan diskon yang besar.
Senada dengan Dadan, Mohamad Nasir, staf penjualan PT. Kitra Nusantara, di kawasan yang sama, mengatakan penurunan penjualan mobil bekas dipicu oleh banyaknya penjual mobil baru dengan diskon yang besar serta pemberian uang muka yang kecil.
"Showroom mobil sekarang banyak, dimana-mana, dan itu cukup berpengaruh bagi kami," ujarnya.
Selain itu, bagi Nasir berkurangnya pembeli mobil bekas dipengaruhi oleh penurunan perekonomian masyarakat di daerah.
"Kalau pendapatan masyarakat semakin besar, maka pembelian juga ikut meningkat, nah sekarang kita turun artinya ekonomi masyarakat juga lagi turun," katanya. Sebagian besar konsumen mobil bekas, kata dia berasal dari daerah di luar Jakarta.
Dia mengaku sampai Agustus 2012 ini mengalami penurunan penjualan hingga 70 persen. Ia berharap pemerintah meningkatkan pendapatan masyarakat baik di pusat maupun daerah. (SDP-56)
Pewarta :
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkot-Palu tabur bunga di bekas likuefaksi kenang enam tahun bencana
28 September 2024 13:54 WIB, 2024