Logo Header Antaranews Sulteng

Untad Palu gunakan sistem CBT untuk program pascasarjana

Minggu, 3 Mei 2026 04:51 WIB
Image Print
Gedung Rektorat Universitas Tadulako Palu salah satu bangunan rehabilitasi dan rekonstruksi di dalam kawasan Kampus Untad, Palu, Sabtu (24/5/2025). ANTARA/Fauzi Lamboka

Palu (ANTARA) - Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah mulai menggunakan sistem Computer-Based Test (CBT), dalam program pascasarjana untuk seleksi mahasiswa baru jenjang magister (S2) dan doktoral (S3) tahun 2026.

"Lonjakan jumlah peserta menjadi salah satu alasan utama penerapan sistem ujian berbasis online," kata ketua pelaksana kegiatan itu, Wayan Sudarsana, di Palu, Sabtu.

Sebanyak 1.136 calon mahasiswa tercatat mendaftar pada tahap seleksi tahun ini, dengan 723 peserta telah menyelesaikan pembayaran dan mengikuti ujian.

Pendaftar tidak hanya berasal dari Sulawesi Tengah, tetapi juga dari berbagai daerah di luar pulau, seperti Bogor (Jawa Barat) dan Kalimantan.

“Mayoritas peserta berasal dari luar daerah, sehingga CBT menjadi solusi untuk mempermudah akses sekaligus menekan biaya yang harus dikeluarkan peserta,” kata dia.

Beberapa program studi bahkan mencatat jumlah peminat yang melampaui kuota. Program doktor (S3) Pendidikan, telah menerima lebih dari 30 pendaftar dari kuota maksimal 12 orang, sedangkan program Kesehatan Masyarakat mencatat 86 pendaftar dari kuota 60 orang.

Peningkatan juga terjadi pada program Magister Kimia yang menunjukkan tren positif dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Seleksi dilakukan melalui sejumlah tahapan, meliputi Tes Potensi Akademik (TPA), kemampuan Bahasa Inggris, wawancara, dan penilaian portofolio. Wawancara menjadi salah satu komponen penting untuk menilai kesiapan dan komitmen peserta.

Untuk menjaga kredibilitas pelaksanaan ujian, panitia menerapkan sistem pengawasan ganda dengan mewajibkan peserta menggunakan dua perangkat, yakni untuk akses ujian dan pemantauan melalui aplikasi konferensi video.

Pelaksanaan ujian dijadwalkan pada 2–3 Mei 2026 dan digelar pada akhir pekan guna memberikan fleksibilitas bagi peserta yang bekerja.

Panitia menyebutkan bahwa penerapan CBT akan terus dievaluasi dan berpotensi menjadi sistem tetap dalam seleksi pascasarjana di Universitas Tadulako.

“Ini menjadi langkah awal transformasi sistem seleksi yang lebih modern dan inklusif,” katanya.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026