
PB Alkhairaat tegaskan arah kebijakan lembaga pendidikan Alkhairaat

Palu (ANTARA) - Pengurus Besar (PB) Alkhairaat menegaskan arah kebijakan lembaga pendidikan Alkhairaat, kepada seluruh tenaga pendidik dan masyarakat luas, pada momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
"Alkhairaat bertekad untuk terus menyesuaikan seluruh program pendidikannya dengan sistem dan tujuan pendidikan nasional, agar peran serta dalam mencerdaskan kehidupan bangsa semakin nyata dan bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat," kata Kepala Sekretariat PB Alkhairaat Suhban Lasawedi di Palu, Minggu.
Langkah itu kata dia, bukan untuk mengubah jati diri lembaga, melainkan untuk memastikan bahwa lulusan Alkhairaat tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kokoh, tetapi juga mampu bersaing dan berkontribusi secara aktif dalam pembangunan negara.
Penyesuaian program dilakukan dengan memadukan kurikulum nasional dengan nilai-nilai dan metode pengajaran yang telah diwariskan oleh pendiri Alkhairaat, Habib Idrus bin Salim Aljufri atau yang dikenal sebagai Guru Tua.
“Bagi kami, warisan ini bukan sekadar sejarah, melainkan fondasi yang tak tergoyahkan. Penekanan pada pembentukan akhlak, rasa hormat, kesabaran, keikhlasan, dan cinta akan ilmu tetap menjadi inti penting dari setiap kegiatan pendidikan di semua jenjang,” jelasnya.
Ia meyakini bahwa kemajuan pendidikan tidak akan berarti tanpa pembentukan karakter yang kuat dan luhur, sebagaimana yang selalu ditekankan oleh Guru Tua kepada para muridnya sejak dahulu hingga kini.
Hal itu sejalan dengan tiga pilar Alkhairaat, salah satunya pendidikan, di mana setiap individu diharapkan memahami ilmu pengetahuan, khususnya agama, sebagai kunci pembentukan adab dan akhlak.
Seiring perkembangan zaman, Alkhairaat juga mulai menerapkan pendekatan berbasis teknologi dalam proses pembelajaran, pengelolaan lembaga, serta penyebaran ilmu pengetahuan.
Penggunaan alat bantu belajar digital, akses informasi yang luas, serta sistem pengelolaan yang terkomputerisasi diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan pendidikan dan meningkatkan kualitas penyampaian materi.
Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi hanyalah sarana, bukan tujuan akhir. Teknologi digunakan untuk mempermudah pemahaman dan memperkuat penyampaian pesan, tanpa menggantikan peran interaksi langsung, keteladanan pendidik, serta penanaman nilai yang menjadi ciri khas pendidikan Alkhairaat.
Dalam menyusun dan melaksanakan program tersebut, seluruh jajaran pengurus dan pendidik di berbagai cabang dan satuan pendidikan Alkhairaat di Indonesia diarahkan untuk berpegang pada prinsip keseimbangan.
“Kami tidak ingin lembaga ini tertinggal oleh zaman, tetapi juga tidak ingin terhanyut hingga melupakan akar dan jati diri yang telah menjadikannya lembaga yang dihormati selama lebih dari satu abad,” katanya menegaskan.
Menurut dia, setiap kebijakan dan perubahan selalu dipertimbangkan secara cermat dengan melibatkan para ahli, pendidik, dan tokoh masyarakat, agar tetap selaras dengan cita-cita Guru Tua dalam melahirkan manusia yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi sesama.
Suhban mengajak seluruh pihak untuk bersatu dan saling mendukung dalam mewujudkan visi tersebut. Penyesuaian dengan sistem nasional dan penerapan teknologi merupakan langkah maju, namun penghormatan serta pelestarian warisan pendiri adalah jalan yang harus terus dilalui bersama.
Dengan semangat persatuan dan kesungguhan, Alkhairaat optimistis dapat terus menjadi wadah pendidikan yang melahirkan generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara pengetahuan dan terampil dalam teknologi, tetapi juga berhati mulia serta berpegang teguh pada ajaran luhur, sebagaimana yang diimpikan para pendahulu.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
