
PKB Sulteng komitmen jaga kedekatan dengan ulama

Palu (ANTARA) -
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Tengah (Sulteng) menegaskan komitmennya menjaga kedekatan dengan ulama.
“PKB lahir dari rahim ulama, sehingga sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk terus menjaga hubungan spiritual dan sejarah, dengan para tokoh seperti Guru Tua. Ini bukan hanya tradisi, tetapi juga arah perjuangan,” kata Ketua PKB Sulteng Risharyudi Triwibowo di Palu, Senin,
Penegasan itu disampaikan saat ziarah ke makam pendiri Alkhairaat, Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru tua, di kompleks Masjid Alkhairaat. Ziarah itu diikuti jajaran pengurus tingkat provinsi dan tingkat Kota Palu, sebagai bagian dari penguatan nilai-nilai keagamaan dan tradisi penghormatan terhadap tokoh ulama.
Dia mengatakan kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud komitmen PKB dalam merawat hubungan dengan para ulama, yang memiliki peran besar dalam membangun peradaban dan pendidikan umat.
Lanjut dia, sosok Guru Tua menjadi simbol penting dalam pengembangan pendidikan Islam dan pembinaan umat di kawasan timur Indonesia. Momentum ziarah itu juga berdekatan dengan peringatan Haul Guru Tua, yang rutin digelar setiap tahun dan dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai daerah.
“Kegiatan haul tidak hanya menjadi ajang doa bersama, tetapi juga memperkuat ikatan antara masyarakat, ulama, dan lembaga pendidikan Alkhairaat,” katanya.
Risharyudi yang juga Bupati Buol, Sulawesi Tengah menekankan Haul Guru Tua memiliki makna strategis sebagai pengingat akan pentingnya peran ulama dalam menjaga nilai moral, persatuan, dan pembangunan masyarakat.
“Haul Guru Tua bukan hanya mengenang, tetapi juga menguatkan kembali komitmen kita untuk melanjutkan perjuangan beliau dalam membangun umat yang berilmu dan berakhlak,” katanya.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
