Logo Header Antaranews Sulteng

Silatnas Pimpinan Ponpes Alkhairaat bahas pengembangan MDA

Senin, 30 Maret 2026 06:39 WIB
Image Print
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat Mohsen Alaydrus (ANTARA/HO-MAL)

Palu (ANTARA) -

Silaturahmi Nasional (Silatnas) pimpinan pondok pesantren (Ponpes) Alkhairaat, membahas pengembangan Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) yang terintegrasi.

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat Mohsen Alaydrus, menekankan pentingnya memaksimalkan kualitas sumber daya guru, menjadi kunci utama dalam memajukan madrasah. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah program pengabdian bagi santri setelah menyelesaikan studi di luar negeri, khususnya yang dibiayai oleh pemerintah daerah atau Komda setempat.

“Dengan adanya program ini, kualitas tenaga pengajar akan semakin baik dan mampu meningkatkan daya saing madrasah Alkhairaat,” katanya di Palu, Senin.

Ia juga menegaskan pentingnya mendorong kemandirian madrasah swasta, serta meningkatkan mutu pendidikan melalui revitalisasi kurikulum dan peningkatan kualitas guru. Lanjut dia, pentingnya penyiapan kader guru untuk Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA).

Pertemuan yang juga digelar secara hybrid itu diikuti oleh peserta dari berbagai daerah se Indonesia.

Pimpinan Ponpes Alkhairaat Bulungan, Kalimantan Utara, Habib Muthahar Aljufri, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengembangkan beberapa MDA menjadi Madrasah Ibtidaiyah (MI) seperti MI Alkhairaat Tanjung Selor. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga dan melanjutkan perjuangan Guru Tua, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengembangkan aplikasi untuk mendukung pengembangan madrasah di Kalimantan Utara, yang ke depan diharapkan dapat diterapkan secara luas di lingkungan PB Alkhairaat. Selain itu, ia mendorong pentingnya kerja sama dengan pemerintah di masing-masing wilayah guna memperkuat eksistensi madrasah.

Muthahar juga mendorong agar Silatnas pimpinan pondok pesantren Alkhairaat dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun menjelang Haul Guru Tua, dengan melibatkan para kepala madrasah sebagai bagian dari upaya penguatan jaringan pendidikan Alkhairaat.

Sementara itu, pimpinan Ponpes Alkhairaat Nurul Iman Wosu, Kabupaten Morowali, Muhammad Ardhi, turut melaporkan perkembangan pondok dan santri. Ia menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pembenahan kurikulum dan menyiapkan ratusan santri berkualitas.

Menurutnya, sejumlah alumni asal Yaman kini menjadi pengajar utama di pondok tersebut, khususnya dalam bidang keagamaan. Ia menekankan bahwa santri yang fokus pada jurusan agama harus dipersiapkan secara maksimal untuk melahirkan alumni yang unggul di bidang keislaman.



Pewarta :
Editor: Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026