Bank Indonesia perkirakan surplus neraca pembayaran turun 2017
Selasa, 30 Mei 2017 8:48 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. ( ANTARA /Muhammad Adimaja)
Jakarta (antarasulteng.com) - Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memperkirakan bahwa neraca pembayaran Indonesia pada 2017 masih akan surplus, namun jumlahnya menurun menjadi tiga hingga empat miliar dolar AS, dari surplus tahun lalu yang sebesar 12 miliar dolar AS.
Menurut Agus di Jakarta, Senin malam, penurunan surplus tersebut karena melorotnya neraca transaksi modal dan finansial yang disebabkan berakhirnya program amnesti pajak pada 31 Maret 2017 lalu, yang menyurutkan dana repatriasi ke pasar finansial.
"Tahun lalu kami lihat ada dorongan dari tax amnesty, maka dari itu ada pengaruh di transaksi modal," ujar Agus.
Perkiraan jumlah surplus NPI pada akhir tahun tersebut sama realisasi surplus NPI di periode Januari-Maret 2017 yang banyak terbantu surplus transaksi modal dan finansial sebesar 7,9 miliar dolar AS.
NPI merupakan gambaran transaksi yang terjadi antara penduduk Indonesia dengan penduduk warga negara lain. Dalam NPI, terdapat neraca transaksi berjalan (termasuk barang, jasa, pendapatan) serta neraca transaksi modal dan finansial.
Selain faktor neraca modal dan finansial, Agus memandang, menurunnya surplus NPI juga karena defisit neraca transaksi berjalan yang pada akhir tahun diperkirakan BI sebesar 1,8-1,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut sama dengan defisit transaksi berjalan pada 2016.
Meskipun masih defisit, Agus mengatakan, kinerja neraca transaksi berjalan masih terkendali. Perbaikan kinerja ekspor pada tahun ini akan turut membantu memperbaiki kinerja neraca transaksi berjalan.
Pada triwulan I 2017, defisit transaksi berjalan sebesar 2,4 miliar dolar AS atau satu persen Produk Domestik Bruto (PDB).
Peningkatan defisit transaksi berjalan pada triwulan I 2017 sebagian besar akibat naiknya defisit neraca perdagangan migas yang sebesar 2,1 miliar dolar AS dan pendapatan primer yang defisit 7,4 miliar dolar AS. (skd)
Menurut Agus di Jakarta, Senin malam, penurunan surplus tersebut karena melorotnya neraca transaksi modal dan finansial yang disebabkan berakhirnya program amnesti pajak pada 31 Maret 2017 lalu, yang menyurutkan dana repatriasi ke pasar finansial.
"Tahun lalu kami lihat ada dorongan dari tax amnesty, maka dari itu ada pengaruh di transaksi modal," ujar Agus.
Perkiraan jumlah surplus NPI pada akhir tahun tersebut sama realisasi surplus NPI di periode Januari-Maret 2017 yang banyak terbantu surplus transaksi modal dan finansial sebesar 7,9 miliar dolar AS.
NPI merupakan gambaran transaksi yang terjadi antara penduduk Indonesia dengan penduduk warga negara lain. Dalam NPI, terdapat neraca transaksi berjalan (termasuk barang, jasa, pendapatan) serta neraca transaksi modal dan finansial.
Selain faktor neraca modal dan finansial, Agus memandang, menurunnya surplus NPI juga karena defisit neraca transaksi berjalan yang pada akhir tahun diperkirakan BI sebesar 1,8-1,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut sama dengan defisit transaksi berjalan pada 2016.
Meskipun masih defisit, Agus mengatakan, kinerja neraca transaksi berjalan masih terkendali. Perbaikan kinerja ekspor pada tahun ini akan turut membantu memperbaiki kinerja neraca transaksi berjalan.
Pada triwulan I 2017, defisit transaksi berjalan sebesar 2,4 miliar dolar AS atau satu persen Produk Domestik Bruto (PDB).
Peningkatan defisit transaksi berjalan pada triwulan I 2017 sebagian besar akibat naiknya defisit neraca perdagangan migas yang sebesar 2,1 miliar dolar AS dan pendapatan primer yang defisit 7,4 miliar dolar AS. (skd)
Pewarta : Indra Arief Pribadi
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK periksa mantan Menkeu Agus Martowardojo terkait kasus KTP elektronik
25 June 2020 13:44 WIB, 2020
Gangguan akibat anomali Satelit Telkom 1 masih minimal, kata Gubernur BI
29 August 2017 9:56 WIB, 2017
BI perkirakan neraya pembayaran Indonesia 2017 berkisar 7 miliar dolar
29 August 2017 9:54 WIB, 2017
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020