Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), mendorong percepatan penurunan angka kemiskinan dan stunting dengan melibatkan lintas sektor di daerah tersebut.
Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan pentingnya kerja sama, sinergi, dan peran aktif Tim Penggerak PKK serta pemerintah desa dalam melakukan intervensi terkait stunting dan kemiskinan.
"Tentunya untuk menurunkan angka kemiskinan itu tidak mudah. Namun melalui aksi nyata seperti pemberian bantuan pangan dan intervensi gizi tepat sasaran maka kemiskinan di Sigi berhasil turun signifikan menjadi 10,47 persen tahun 2025," kata Rizal saat ditemui awak media di Sigi, Jumat.
Ia mengemukakan perlu ada sinkronisasi data bantuan sosial terkait kepesertaan jaminan sosial dan bantuan bagi warga tidak mampu.
Menurut dia, penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Sigi seharusnya berbanding lurus dengan berkurangnya beban anggaran jaminan sosial.
Baca juga: Pemkab Buol perkuat peran bidan guna percepat penurunan stunting
Baca juga: Pemkab Sigi optimalkan 6 bidang SPM guna tangani stunting
"Saat ini masih terdapat persoalan data sehingga perlu penguatan satu data agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak dan tepat sasaran," ucapnya.
Ia menuturkan pemerintah daerah sudah memiliki Program Satu Data Kependudukan untuk mempercepat pelaporan peristiwa kematian, agar segera tercatat di Disdukcapil dan terintegrasi dengan data kemiskinan serta bantuan sosial di Dinas Sosial (Dinsos) setempat.
Rizal menyebutkan agar ke depan seluruh kepala desa menjadikan program pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi lokal, sebagai program prioritas di masing-masing desanya.
"Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan melakukan pengawalan serius terkait menyukseskan program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sigi," sebutnya.
Diketahui masyarakat miskin di Kabupaten Sigi pada 2024 sebesar 12,83 persen dengan total 31.470 jiwa. Sedangkan masyarakat dengan status miskin ekstrem di Sigi sebanyak 5.080 jiwa dengan persentase mencapai 2,07 persen.
Sementara itu kasus stunting di Kabupaten Sigi juga mengalami penurunan signifikan pada tahun 2025 menjadi 11,55 persen dari 33 persen.