
Pemkab Banggai minta Bank Sulteng layani pengusaha lokal

Palu (ANTARA) -
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai meminta PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tengah atau Bank Sulteng, untuk dapat melayani para pengusaha lokal dan non lokal.
“Bank Sulteng tidak hanya melayani Aparatur Sipil Negara (ASN) pemerintah daerah saja, tetapi juga melayani pengusaha lokal dan non lokal,” kata Bupati Banggai Amirudin Tamoreka dihubungi dari Palu, Kamis.
Dia menjelaskan Pemkab Banggai memiliki 4,85 persen atau 238.417 lembar saham di Bank Sulteng. Saat ini, pemkab juga menggunakan Bank Sulteng untuk rekening kas umum daerah (RKUD).
“Kami meminta pelayanan lebih ditingkatkan lagi, karena semua Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masuk di Bank Sulteng,” katanya.
Lanjut dia, Pemkab Banggai merencanakan penambahan saham atau penyertaan modal di Bank Sulteng pada tahun 2027 mendatang. Hal itu dikarenakan untuk mendapatkan dana bagi hasil dan alokasi program dana tanggung jawab sosial lebih besar lagi.
Pemkab Banggai menjadi pemegang saham terbanyak keempat setelah Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, PT Mega Corpora dan Pemkab Parigi Moutong.
Sebelumnya, Gubernur Sulteng Anwar Hafid menilai secara keseluruhan kinerja Bank Sulteng cukup bagus.
“Bank Sulteng adalah milik kita bersama. Dibutuhkan komitmen nyata dari seluruh pemegang saham, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota,” harapnya.
Berdasarkan Laporan Keuangan Audit Bank Sulteng tahun 2024, sektor ekonomi kredit masih didominasi sektor lain-lain yakni kredit pegawai dan multiguna sebesar 82,27 persen.
Selanjutnya kredit konstruksi 7,24 persen, perdagangan 4,58 persen, pertambangan 4,65 persen, perindustrian 0,59 persen dan jasa dunia usaha 0,18 persen.
Pewarta : Fauzi
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
