Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) melibatkan seluruh lintas sektor dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, termasuk penanganan sampah di daerah tersebut.

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae menekankan pentingnya pemerintah daerah dan masyarakat memperkuat sinergi dalam pembangunan, khususnya di wilayah Palolo.

"Jadi, salah satu yang perlu diperhatikan terkait dengan pengelolaan sampah, sebab di Kecamatan Palolo saat ini hanya memiliki satu unit Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," kata Rizal dalam rapat kerja bersama Kades dan Camat di Palolo, Sigi, Senin.

Ia mengemukakan pihaknya segera melakukan penambahan jumlah TPA di Kabupaten Sigi guna mendukung Program Pakagali Pakagaya Ngata.

"Harapannya melalui program Pakagali Pakagaya Ngata bisa menjadi instrumen dalam menata kebersihan dan menciptakan lingkungan yang sehat di Kabupaten Sigi," ucapnya.

Ia menuturkan saat ini terdapat dua alat berat yang beroperasi di TPA Ngatabaru, yakni ekskavator dan loader.

"Luas TPA gatabaru ini mencapai 30 hektare, dan yang terkelola baru lima hektare," katanya.

Menurut dia, penanganan sampah menjadi prioritas pemerintah daerah dan segera melakukan pengadaan angkut sampah serta Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di masing-masing kecamatan.

"Jumlah TPS di Kabupaten Sigi tersebar di lima wilayah, yakni Tinggede, Biromaru, Dolo, Kalukubula, dan Baliase," kata dia.

Saat ini produksi sampah di Kabupaten Sigi mencapai 30 ton per hari.