Sigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat terdapat lima desa di daerah tersebut bebas dari kasus stunting.
"Lima desa zero stuntingdi 2 kecamatan yakni Desa Mamu, Mapahi dan Tuwo Tani Jaya Kecamatan Pipikoro dan Desa Tanah Harapan dan Sarumana Kecamatan Palolo," kata Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi saat dihubungi di Sigi, Sabtu.
Ia mengemukakan, untuk periode Februari hingga Agustus 2025 angka stunting di Sigi turun signifikan sebesar 2,37 persen.
"Datanya pada Februari stunting masih angka 13,92 persen dan Agustus turun menjadi 11,55 persen," ucapnya.
Ia menuturkan, dalam enam bulan intervensi stunting tersebut menurunkan anak-anak penderita stunting dari 2.119 anak menjadi 1.731 anak.
"Stunting di Kabupaten Sigi saat ini berada dari posisi 12 menjadi 9 di Sulawesi Tengah," sebutnya.
Samuel menyebutkan Kabupaten Sigi selama 2021 hingga 2023 kasus stunting terus menunjukkan penurunan.
"Hanya memang pada 2024 terjadi kasus kenaikan 6,6 persen dari 26,4 persen menjadi 33 persen," kata dia.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi mencatat bahwa pada 2025 kasus stunting di Sigi turun sebesar 21,45 persen dari 33 persen menjadi 11,55 persen.
Ia mengajak seluruh lintas sektor untuk berkolaborasi dan bekerja sama dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Sigi hingga zero kasus di daerah tersebut.