Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), mulai menerapkan program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Berani Sehat di Puskesmas Toaya.

Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengatakan Puskesmas Toaya ditunjuk pemerintah provinsi sebagai pilot project program Prolanis di daerah tersebut.

"Jadi, program ini untuk meningkatkan deteksi dini dan pemantauan penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes melalui layanan pemeriksaan laboratorium gratis," kata Vera saat ditemui di Banawa, Selasa.

Ia mengemukakan kerja sama antara UPTD Puskesmas Toaya dengan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) sudah dimulai sejak Desember 2025.

Menurut dia, selama ini Puskesmas Toaya bertugas mengumpulkan peserta Prolanis yang menderita penyakit kronis untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Untuk pemeriksaan Prolanis lebih banyak dilakukan di laboratorium swasta. Alhamdulillah, saat ini sudah tersedia layanan laboratorium pemerintah sehingga hal ini kami manfaatkan untuk masyarakat sekitar," ucapnya.

Ia menuturkan pemeriksaan penyakit kronis menyasar sejumlah wilayah seperti Desa Marana, Sumari, Kumbasa, dan Taripa.

"Jumlah masyarakat yang mengikuti pemeriksaan penyakit kronis mencapai 405 orang," ujarnya.

Vera menyebutkan capaian tersebut masih berada di bawah target standar pelayanan minimal.

"Targetnya untuk penyakit hipertensi harus mencapai 634 orang dan penderita diabetes sebanyak 346 orang, tentunya masih banyak penderita belum terlayani dengan baik," kata dia.

Ia menjelaskan setiap warga yang sudah mengikuti pemeriksaan kesehatan itu wajib melakukan kontrol lanjutan setiap enam bulan sekali untuk memastikan kondisi kesehatan tetap terpantau.

"Harapannya melalui program ini kesadaran masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan rutin bisa meningkat serta mampu menekan risiko komplikasi akibat penyakit kronis," katanya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, jumlah anggota Prolanis 4.122 orang tersebar di puskesmas wilayah Donggala dan membutuhkan pemeriksaan laboratorium secara berkala.