
Donggala dorong warga aktivasi IKD guna digitalisasi bansos

Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) mendorong masyarakat umelakukan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk mendukung program percontohan digitalisasi bantuan sosial (bansos) di daerah tersebut.
Bupati Donggala Vera Elena Laruni mengaku sudah memerintahkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat guna mempersiapkan pelaksanaan program itu dalam mengaktifkan IKD bagi agen yang akan mendampingi penerima bansos di Kabupaten Donggala.
"Tugas Dukcapil ke depan segera melakukan aktivasi IKD bagi para agen yang ditunjuk dalam program tersebut ini dan calon penerima bansos," kata di Banawa, Jumat.
Ia mengemukakan kebutuhan agen di Donggala mencapai 1.904 orang dengan rasio satu agen untuk 170 penerima manfaat.
Menurut dia, nantinya para agen diambil dari desa dan kelurahan melalui skema masing-masing wilayah menyediakan 10 orang.
"Jadi setiap desa dan kelurahan ini akan diisi oleh 10 agen, sementara jumlah desa di Donggala sebanyak 168 sehingga sudah terpenuhi 1.680 orang," ucapnya.
Ia menuturkan terdapat 55 orang sebagai tenaga pendamping program keluarga harapan (PKH) dan tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) pada program digitalisasi bansos tersebut.
"Tentunya untuk agen ini masih belum semuanya terpenuhi sehingga akan dipenuhi melalui kebijakan lanjutan baik dari pegawai kecamatan dan ASN," katanya.
Vera menyebutkan seluruh agen wajib memiliki IKD aktif sebelum menjalankan tugas dan akan mengikuti pelatihan terkait mekanisme kerja digitalisasi bansos.
"Saat ini memang aktivasi IKD masih menghadapi kendala teknis seperti keterbatasan jaringan internet dan kehadiran peserta yang belum maksimal saat penjadwalan," kata dia.
Pemerintah daerah memastikan target aktivasi IKD tersebut dapat tercapai sebelum batas waktu 31 Mei 2026.
"Salah satu strategi mempercepat aktivasi IKD itu dengan mengerahkan pelayanan di unit terdekat serta sistem jemput bola di wilayah terpencil," ujarnya.
Pewarta : Moh Salam
Editor:
Andilala
COPYRIGHT © ANTARA 2026
