Bulog serap enam persen beras petani Sulteng
Rabu, 25 April 2018 11:24 WIB
Beras bulog (FOTO ANTARA/Eric Ireng)
Palu, (Antaranews Sulteng) - Perum Bulog Sulawesi Tengah hingga kini baru menyerap sekitar enam persen beras petani dari target yang ditetapkan selama musim panen (MP) 2018 sebanyak 50.000 ton.
Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Bulog Sulteng, Bahar Haruna di Palu, Rabu, membenarkan realisasi pengadaan beras di daerahnya masih berjalan seret.
"Sampai 23 April 2018 ini, kami baru berhasil membeli beras petani sebanyak 3.118 ton atau 6,25 persen dari target 2018," kata dia.
Beras sebanyak itu dibeli Bulog dari petani di Kabupaten Donggala, Parigi Moutong dan Sigi sebanyak 2.000 ton selebihnya adalah penyerapan di Kabupaten Poso 560 ton, Tolitoli 214 ton dan Kabupaten Banggai 440 ton.
Saat ini, katanya, sedang panen raya di hampir seluruh kabupaten di Provinsi Sulteng dan Bulog berharap bisa menyerap beras petani secara maksimal pada panen raya tersebut.
Hanya saja, kata Bahar, Bulog cukup sulit bersaing dengan para pedagang yang membeli beras petani jauh diatas patokan pemerintah.
Pemerintah menetapkan standar harga pembelian pemerintah (HPP) beras pembelian Bulog kepada petani sebesar Rp7.300/kg sementara para pedagang pengumpul membeli langsung ke petani berkisar Rp8.000an/kg. "Selisih harga cukup mencolok sehingga Bulog sulit menyerap beras petani dalam jumlah yang besar," katanya.
Namun demikian, pihaknya tetap masih optimistis target pengadaan beras di Sulteng yang ditetapkan MP 2018 sebanyak 50.000 ton bisa terealisasi.
Pada 2017, Bulog Sulteng menyerap beras petani melebihi target yang ditetapkan dimana realisasi pengadaan mencapai 43.000 ton dari target 42.160 ton.
Kepala Bidang Pengadaan dan OPP Bulog Sulteng, Bahar Haruna di Palu, Rabu, membenarkan realisasi pengadaan beras di daerahnya masih berjalan seret.
"Sampai 23 April 2018 ini, kami baru berhasil membeli beras petani sebanyak 3.118 ton atau 6,25 persen dari target 2018," kata dia.
Beras sebanyak itu dibeli Bulog dari petani di Kabupaten Donggala, Parigi Moutong dan Sigi sebanyak 2.000 ton selebihnya adalah penyerapan di Kabupaten Poso 560 ton, Tolitoli 214 ton dan Kabupaten Banggai 440 ton.
Saat ini, katanya, sedang panen raya di hampir seluruh kabupaten di Provinsi Sulteng dan Bulog berharap bisa menyerap beras petani secara maksimal pada panen raya tersebut.
Hanya saja, kata Bahar, Bulog cukup sulit bersaing dengan para pedagang yang membeli beras petani jauh diatas patokan pemerintah.
Pemerintah menetapkan standar harga pembelian pemerintah (HPP) beras pembelian Bulog kepada petani sebesar Rp7.300/kg sementara para pedagang pengumpul membeli langsung ke petani berkisar Rp8.000an/kg. "Selisih harga cukup mencolok sehingga Bulog sulit menyerap beras petani dalam jumlah yang besar," katanya.
Namun demikian, pihaknya tetap masih optimistis target pengadaan beras di Sulteng yang ditetapkan MP 2018 sebanyak 50.000 ton bisa terealisasi.
Pada 2017, Bulog Sulteng menyerap beras petani melebihi target yang ditetapkan dimana realisasi pengadaan mencapai 43.000 ton dari target 42.160 ton.
Pewarta : Anas Masa
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bulog Sulawesi Tengah alokasikan 2.095 ton bantuan pangan untuk Parigi Moutong
29 August 2026 21:29 WIB
Bulog optimistis target serapan gabah petani di Sulawesi Tengah lebihi target
24 June 2026 16:20 WIB
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020