"Rumah Di Seribu Ombak" Diputar Di Undiksha
Kamis, 29 November 2012 9:51 WIB
Film Rumah Di Seribu Ombak (Antaranews.com)
Singaraja,(antarasulteng.com) - Film berjudul "Rumah Di Seribu Ombak" (RDSO) diputar di auditorium Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja, Kabupaten Buleleng, selama dua hari pada Sabtu (1/12) dan Minggu (2/12).
"Film itu sangat penting karena bisa menjadi sarana promosi bagi Kabupaten Buleleng," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, Jro Ketut Warkadea, di Singaraja.
Film yang disutradarai Erwin Arnada itu lokasi pengambilan gambarnya hampir 70 persen berada di daerah utara Pulau Bali sehingga sangat cocok untuk dijadikan ajang promosi pariwisata Kabupaten Buleleng.
Film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama itu berisi pesan moral mengenai toleransi antarumat beragama. Film tentang persahabatan seorang bocah muslim bernama Samihi dan bocah Hindu bernama Wayan Manik yang sama-sama punya trauma masa lalu sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini.
"Kami memandang hal itu sangat relevan dengan kondisi saat ini yang banyak terjadi konflik berlatarkan SARA. Ini akan membawa pesan moral tersendiri," kata Warkadea.
Ia memperkirakan film yang akan diputar di kampus Undiksha selama dua hari itu akan disaksikan sekitar 8.000 masyarakat Kabupaten Buleleng.
"Kalau memang masih banyak masyarakat yang belum menonton film itu, kemungkinan akan kami putar lagi," kata Warkadea.(KR-MDE/SKD)
"Film itu sangat penting karena bisa menjadi sarana promosi bagi Kabupaten Buleleng," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Buleleng, Jro Ketut Warkadea, di Singaraja.
Film yang disutradarai Erwin Arnada itu lokasi pengambilan gambarnya hampir 70 persen berada di daerah utara Pulau Bali sehingga sangat cocok untuk dijadikan ajang promosi pariwisata Kabupaten Buleleng.
Film yang diangkat dari novel dengan judul yang sama itu berisi pesan moral mengenai toleransi antarumat beragama. Film tentang persahabatan seorang bocah muslim bernama Samihi dan bocah Hindu bernama Wayan Manik yang sama-sama punya trauma masa lalu sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini.
"Kami memandang hal itu sangat relevan dengan kondisi saat ini yang banyak terjadi konflik berlatarkan SARA. Ini akan membawa pesan moral tersendiri," kata Warkadea.
Ia memperkirakan film yang akan diputar di kampus Undiksha selama dua hari itu akan disaksikan sekitar 8.000 masyarakat Kabupaten Buleleng.
"Kalau memang masih banyak masyarakat yang belum menonton film itu, kemungkinan akan kami putar lagi," kata Warkadea.(KR-MDE/SKD)
Pewarta :
Editor : Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bawaslu ingatkan KPU Sulteng siapkan alat bantu penyandang disabilitas
01 October 2024 17:27 WIB, 2024
Terpopuler - Hiburan & Gaya Hidup
Lihat Juga
Pakar fertilitas: kesuburan bisa menurun karena terkena paparan asap rokok
23 February 2020 18:41 WIB, 2020
Bintang serial India "Swabhimaan" kagumi akan keindahan alam Indonesia
23 February 2020 0:56 WIB, 2020
Pakar Australia Prof. Anderson bagi ilmu bedah kraniofasial di Makassar
20 February 2020 3:16 WIB, 2020
Lokasi pemakaman Ashraf Sinclair di San Diego Hills Karawang dipesan mendadak
18 February 2020 18:22 WIB, 2020