Mahasiswa Indonesia butuh biaya perawatan di China
Minggu, 2 Juni 2019 15:58 WIB
Seorang mahasiswa asal Nunukan, Kalimantan Utara, Yakomina Boimau, membutuhkan biaya perawatan di rumah sakit Provinsi Jiangsu, China, atas penyakit radang paru-paru yang dideritanya.
Beijing (ANTARA) - Seorang mahasiswa asal Nunukan, Kalimantan Utara, Yakomina Boimau, membutuhkan biaya perawatan di rumah sakit Provinsi Jiangsu, China, atas penyakit radang paru-paru yang dideritanya.
"Kami telah menjenguk Yakomina di Rumah Sakit Taizhou People’s Hospital Provinsi Jiangsu," kata Kepala Kanselerai Konsulat Jenderal RI di Shanghai Wandi Adriano, Minggu.
Mahasiswai tingkat ketiga Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College (JAHV) itu diketahui menderita "hypoalbuminemia" atau radang paru-paru akut.
Pihak KJRI telah mendapatkan informasi dari tim dokter rumah sakit didampingi para pengajar JAHV bahwa tim medis sedang berupaya untuk memulihkan kondisi pasien agar bisa kembali ke Indonesia sesuai permintaan Yakomina.
"Kondisi kesehatan Yakomina yang belum stabil tidak mengizinkan untuk dipulangkan ke kota asalnya karena masih memerlukan waktu dan perawatan intensif," kata Wandi.
Pihak JAHV juga meminta perhatian KJRI terkait penyelesaian biaya perawatan Yakomina, mengingat asuransinya sudah melewati batas dan tidak berlaku lagi.
Yakomina sendiri berasal dari keluarga tidak mampu di Nunukan.
KJRI bersama teman-teman Yakomina dan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) tengah melakukan penggalangan dana untuk perawatan di rumah sakit.
"Kami melalui Kementerian Luar Negeri juga sedang berkoordinasi dengan Pemprov Kaltara guna mendapatkan bantuan dana tambahan untuk perawatan Yakomina," kata Wandi menambahkan.
"Kami telah menjenguk Yakomina di Rumah Sakit Taizhou People’s Hospital Provinsi Jiangsu," kata Kepala Kanselerai Konsulat Jenderal RI di Shanghai Wandi Adriano, Minggu.
Mahasiswai tingkat ketiga Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College (JAHV) itu diketahui menderita "hypoalbuminemia" atau radang paru-paru akut.
Pihak KJRI telah mendapatkan informasi dari tim dokter rumah sakit didampingi para pengajar JAHV bahwa tim medis sedang berupaya untuk memulihkan kondisi pasien agar bisa kembali ke Indonesia sesuai permintaan Yakomina.
"Kondisi kesehatan Yakomina yang belum stabil tidak mengizinkan untuk dipulangkan ke kota asalnya karena masih memerlukan waktu dan perawatan intensif," kata Wandi.
Pihak JAHV juga meminta perhatian KJRI terkait penyelesaian biaya perawatan Yakomina, mengingat asuransinya sudah melewati batas dan tidak berlaku lagi.
Yakomina sendiri berasal dari keluarga tidak mampu di Nunukan.
KJRI bersama teman-teman Yakomina dan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) tengah melakukan penggalangan dana untuk perawatan di rumah sakit.
"Kami melalui Kementerian Luar Negeri juga sedang berkoordinasi dengan Pemprov Kaltara guna mendapatkan bantuan dana tambahan untuk perawatan Yakomina," kata Wandi menambahkan.
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Seputar Sulteng
Lihat Juga
LPKA Kelas II Palu dan Disdukcapil kolaborasi penuhi hak identitas anak binaan
08 May 2026 16:14 WIB
Sigi usulkan sebanyak 14 titik saluran irigasi untuk mendukung cetak sawah baru
07 May 2026 20:30 WIB