40.000 mahasiswa akan ikuti KKN tematik kewirausahaan
Senin, 10 Juni 2019 17:47 WIB
Nota kesepahaman penandatangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kewirausahaan yang diselenggarakan Kemenristekdikti dan USAID Mitra Kunci Initiative di Jakarta, Senin (Indriani)
Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 40.000 mahasiswa dari 10 perguruan tinggi di Tanah Air akan mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik Kewirausahaan yang diselenggarakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan USAID Mitra Kunci Initiative.
"KKN ini menjadi istimewa karena mengandung muatan kewirausahaan. Mahasiswa nanti setelah lulus tidak hanya jadi pencari kerja, tetapi jadi pencipta lapangan pekerjaan," ujar Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Prof Ismunandar, usai penandatangan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, Senin.
Nota kesepahaman itu menjadi payung bagi kerja sama antara para pihak dalam mengembangkan dan melaksanakan kegiatan KKN Kewirausahaan.USAID Mitra Kunci Initiative memberikan dukungan dalam bentuk pengembangan kurikulum pelatihan, modul panduan, mekanisme pemantauan, dan evaluasi dalam penyelenggaraan KKN Kewirausahaan.
KKN tematik kewirausahaan merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa sebagai peserta dan dosen sebagai pembimbing dengan fokus pada tema kewirausahaan.
Sebanyak 10 perguruan tinggi yang tergabung dalam KKN Kewirausahaan yakni Universitas Padjadjaran, Universitas Suryakancana, Universitas Siliwangi, Universitas Kuningan, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Jember, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, dan Universitas Muhammadiyah Malang.
Melalui KKN tersebut, mahasiswa peserta KKN Kewirausahaan akan memiliki kecakapan untuk merancang wirausaha dan juga pengalaman. Kemudian memberikan pendampingan pada masyarakat setempat dan memiliki peran dalam pembangunan di wilayah itu.
"USAID melalui inisiatif pengembangan ketenagakerjaan, berkomitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam menyiapkan kaum muda menghadapi situasi ketenagakerjaan global abad 21," ujar Direktur Pengembangan SDM dan Kemitraan USAID Indonesia, Thomas Crehan.
Thomas menambahkan isu kaum muda penting, karena Indonesia adalah salah satu pemain global dalam dunia ekonomi. Hampir setengah populasi Indonesia adalah kaum muda di bawah usia 30 tahun.
Selain memberi dukungan pada universitas, USAID Mitra Kunci Initiative juga memberikan dukungan teknis pada Balai Latihan Kerja (BLK) serta Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) seperti pelatihan bagi calon tenaga kerja baik dalam keterampilan teknis maupun keterampilan non teknis. USAID Mitra Kunci Initiative juga membantu meningkatkan kualitas pemagangan, informasi pasar kerja serta bekerja sama dengan mitra lokal dalam mencarikan penempatan bagi calon tenaga kerja yang sudah dilatih.
"KKN ini menjadi istimewa karena mengandung muatan kewirausahaan. Mahasiswa nanti setelah lulus tidak hanya jadi pencari kerja, tetapi jadi pencipta lapangan pekerjaan," ujar Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, Prof Ismunandar, usai penandatangan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, Senin.
Nota kesepahaman itu menjadi payung bagi kerja sama antara para pihak dalam mengembangkan dan melaksanakan kegiatan KKN Kewirausahaan.USAID Mitra Kunci Initiative memberikan dukungan dalam bentuk pengembangan kurikulum pelatihan, modul panduan, mekanisme pemantauan, dan evaluasi dalam penyelenggaraan KKN Kewirausahaan.
KKN tematik kewirausahaan merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa sebagai peserta dan dosen sebagai pembimbing dengan fokus pada tema kewirausahaan.
Sebanyak 10 perguruan tinggi yang tergabung dalam KKN Kewirausahaan yakni Universitas Padjadjaran, Universitas Suryakancana, Universitas Siliwangi, Universitas Kuningan, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Jember, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur, dan Universitas Muhammadiyah Malang.
Melalui KKN tersebut, mahasiswa peserta KKN Kewirausahaan akan memiliki kecakapan untuk merancang wirausaha dan juga pengalaman. Kemudian memberikan pendampingan pada masyarakat setempat dan memiliki peran dalam pembangunan di wilayah itu.
"USAID melalui inisiatif pengembangan ketenagakerjaan, berkomitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam menyiapkan kaum muda menghadapi situasi ketenagakerjaan global abad 21," ujar Direktur Pengembangan SDM dan Kemitraan USAID Indonesia, Thomas Crehan.
Thomas menambahkan isu kaum muda penting, karena Indonesia adalah salah satu pemain global dalam dunia ekonomi. Hampir setengah populasi Indonesia adalah kaum muda di bawah usia 30 tahun.
Selain memberi dukungan pada universitas, USAID Mitra Kunci Initiative juga memberikan dukungan teknis pada Balai Latihan Kerja (BLK) serta Lembaga Pendidikan dan Keterampilan (LPK) seperti pelatihan bagi calon tenaga kerja baik dalam keterampilan teknis maupun keterampilan non teknis. USAID Mitra Kunci Initiative juga membantu meningkatkan kualitas pemagangan, informasi pasar kerja serta bekerja sama dengan mitra lokal dalam mencarikan penempatan bagi calon tenaga kerja yang sudah dilatih.
Pewarta : Indriani
Editor : Adha Nadjemudin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Badan Migrasi PBB hentikan operasi di Kongo akibat penangguhan USAID
06 February 2025 15:01 WIB, 2025
Kolaborasi Kemendikbud-swasta tingkatkan kompetensi soal "one health"
17 October 2024 16:04 WIB, 2024
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020