Warga Bitung berlarian takut terjadi tsunami
Senin, 8 Juli 2019 2:03 WIB
Suasana warga Girian Kota Bitung, yang ke luar rumah pada saat gempa terjadi.
Manado (ANTARA) - Warga Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), berlarian ke daerah yang lebih tinggi karena takut adanya tsunami akibat gempa bumi di Ternate, Maluku Utara, Minggu (7/7).
"Peringatan tsunami dari BMKG akibat gempa 7,1 SR di Ternate, membuat kami langsung lari mencari daerah yang lebih tinggi," kata Freddy T, warga Girian Bitung, Minggu (7/7).
Dia mengatakan pihaknya sangat takut karena lokasi Kelurahan Girian Bawah dekat dengan laut.
"Oleh karena itu, semua warga berlarian menuju tempat yang tinggi, sambil membawa barang-barang penting," katanya.
Baca juga: Pengunjung XXI Gorontalo berlarian akibat gempa Ternate
Eddy, warga Bitung juga mengatakan mulai mengamankan berkas-berkas penting, mengantisipasi adanya gelombang tsunami.
"Kami melakukan antisipasi, tetapi kami berharap tsunami jangan sampai terjadi," katanya.
BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah terjadi guncangan gempa magnitudo 7,1 di Barat Daya Ternate. Peringatan dini tsunami ini diterbitkan untuk wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Gempa magnitudo 7,1 diinformasikan terjadi pada pukul 22.08 WIB. Titik koordinat gempa berada di 0,51 Lintang Utara dan 126,18 Bujur Timur. Kedalaman gempa 10 kilometer. Belum ada informasi terkait kerusakan akibat gempa.
Wali Kota Bitung Max Lomban mengatakan warga jangan panik, karena BMKG melaporkan status gempa mulai turun.
"Jangan panik, tenangkan diri," katanya.
Ia mengimbau warga agar tidak panik, tetapi tetap waspada.
Baca juga: Status peringatan tsunami di Sulut belum dicabut
"Peringatan tsunami dari BMKG akibat gempa 7,1 SR di Ternate, membuat kami langsung lari mencari daerah yang lebih tinggi," kata Freddy T, warga Girian Bitung, Minggu (7/7).
Dia mengatakan pihaknya sangat takut karena lokasi Kelurahan Girian Bawah dekat dengan laut.
"Oleh karena itu, semua warga berlarian menuju tempat yang tinggi, sambil membawa barang-barang penting," katanya.
Baca juga: Pengunjung XXI Gorontalo berlarian akibat gempa Ternate
Eddy, warga Bitung juga mengatakan mulai mengamankan berkas-berkas penting, mengantisipasi adanya gelombang tsunami.
"Kami melakukan antisipasi, tetapi kami berharap tsunami jangan sampai terjadi," katanya.
BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah terjadi guncangan gempa magnitudo 7,1 di Barat Daya Ternate. Peringatan dini tsunami ini diterbitkan untuk wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
Gempa magnitudo 7,1 diinformasikan terjadi pada pukul 22.08 WIB. Titik koordinat gempa berada di 0,51 Lintang Utara dan 126,18 Bujur Timur. Kedalaman gempa 10 kilometer. Belum ada informasi terkait kerusakan akibat gempa.
Wali Kota Bitung Max Lomban mengatakan warga jangan panik, karena BMKG melaporkan status gempa mulai turun.
"Jangan panik, tenangkan diri," katanya.
Ia mengimbau warga agar tidak panik, tetapi tetap waspada.
Baca juga: Status peringatan tsunami di Sulut belum dicabut
Pewarta : Nancy Lynda Tigauw
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketum PBNU minta masyarakat tak bawa isu Palestina jadi konflik agama
27 November 2023 14:16 WIB, 2023
Tol Danowudu-Bitung Sulut akan beroperasi fungsional pada 23 Desember
22 December 2021 11:31 WIB, 2021
Wagub Sulut: Pembangunan tol Manado-Bitung ditargetkan tuntas akhir 2021
16 September 2021 22:59 WIB, 2021