Atlas 900 super-komputer baru Huawei
Kamis, 19 September 2019 5:26 WIB
Deputy Chairman Huawei Ken Hu memberikan penjelasan tentang strategi perusahaannya dalam tren penerapan teknologi kecerdasan buatan global dalam Huawei Connect 2019 di Shanghai, China, Rabu. (ANTARA News/HO/Huawei Technologies)
Shanghai, China (ANTARA) - Perusahaan teknologi asal China Huawei Technologies meluncurkan produk super-komputer Atlas 900 yang diklaim mampu mengolah data 200 ribu bintang di galaksi hanya dalam 10 detik.
"Atlas 900 merupakan sebuah rumah bagi perangkat komputasi berbasis kecerdasan buatan. Perangkat itu membidik pengolahan data pada berbagai bidang seperti bisnis, penelitian, dan keilmuan, termasuk astronomi," kata Deputy Chairman Huawei Ken Hu dalam Huawei Connect 2019 di Shanghai, Rabu.
Super-komputer Atlas 900 terdiri dari rangkaian unit pemrosesan yang diperkuat dengan ribuan prosesor Ascend. Prosesor itu telah dilengkapi kemampuan kecerdasan buatan.
Huawei bekerja sama dengan Observatori Astronomi Shanghai dan organisasi Square Kilometre Array (SKA) untuk menguji kemampuan Atlas 900.
"Sebelum ada Atlas 900, seorang ahli astronomi memerlukan kerja penuh selama 169 hari untuk menganalisa lebih dari 200 ribu bintang yang tampak pada belahan selatan angkasa," kata Ken Hu.
Huawei, lanjut Hu, menerapkan teknologi Atlas 900 pada layanan komputasi awan mereka sebagai bagian dari strategi Huawei menerapkan tren kecerdasan buatan.
Huawei Connect 2019 berlangsung di area pameran Shanghai World Expo Exhibition & Convention Center serta Shanghai Expo Center pada 18-20 September 2019 dengan fokus pada tren kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
"Atlas 900 merupakan sebuah rumah bagi perangkat komputasi berbasis kecerdasan buatan. Perangkat itu membidik pengolahan data pada berbagai bidang seperti bisnis, penelitian, dan keilmuan, termasuk astronomi," kata Deputy Chairman Huawei Ken Hu dalam Huawei Connect 2019 di Shanghai, Rabu.
Super-komputer Atlas 900 terdiri dari rangkaian unit pemrosesan yang diperkuat dengan ribuan prosesor Ascend. Prosesor itu telah dilengkapi kemampuan kecerdasan buatan.
Huawei bekerja sama dengan Observatori Astronomi Shanghai dan organisasi Square Kilometre Array (SKA) untuk menguji kemampuan Atlas 900.
"Sebelum ada Atlas 900, seorang ahli astronomi memerlukan kerja penuh selama 169 hari untuk menganalisa lebih dari 200 ribu bintang yang tampak pada belahan selatan angkasa," kata Ken Hu.
Huawei, lanjut Hu, menerapkan teknologi Atlas 900 pada layanan komputasi awan mereka sebagai bagian dari strategi Huawei menerapkan tren kecerdasan buatan.
Huawei Connect 2019 berlangsung di area pameran Shanghai World Expo Exhibition & Convention Center serta Shanghai Expo Center pada 18-20 September 2019 dengan fokus pada tren kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Pewarta : Imam Santoso
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
DSLNG dorong kesiapan Gen Z masuk industri energi melalui energy connect 5.0
29 January 2026 15:46 WIB
PMI gelar pelatihan pemanfaatan aplikasi Atmago untuk mitigasi bencana alam
18 November 2019 21:32 WIB, 2019
Huawei Technologies dorong pemanfaatan komputasi awan secara inklusif
20 September 2019 9:51 WIB, 2019