Harga Minyak Melonjak
Sabtu, 4 Mei 2013 6:45 WIB
Kilang minyak. (ANTARA/Aguk Sudarmojo/)
New York(Antarasulteng.com)- Harga minyak melonjak pada Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah laporan lapangan pekerjaan AS yang menggembirakan mengurangi kekhawatiran tentang kekuatan ekonomi dan konsumen energi terbesar dunia itu.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, menetap di 95,61 dolar AS per barel, atau naik 1,62 dolar AS dari tingkat penutupan Kamis.
Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni, ditutup naik 1,34 dolar AS menjadi 104,19 dolar AS per barel di perdagangan London.
Kedua kontrak memperpanjang kenaikan tajam pada Kamis di atas 3,0 dolar AS, ketika para investor menyambut penurunan suku bunga utama seperempat poin oleh Bank Sentral Eropa (ECB) ke rekor terendah 0,50 persen.
Pasar minyak dan saham menguat setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Amerika Serikat menambahkan 165.000 lapangan pekerjaan pada April, jauh di atas ekspektasi, dan tingkat pengangguran turun tipis menjadi 7,5 persen.
Memperkuat kabar baik itu revisi naik pertumbuhan lapangan pekerjaan untuk Februari dan Maret yang menunjukkan tambahan 114.000 pekerjaan daripada yang diperkirakan sebelumnya.
"Kabar positif itu mengirim ekuitas melambung, dan WTI pergi melonjak bersama," analis BMO Capital Markets mengatakan dalam sebuah catatan pasar.
WTI mencatat harga harian tertinggi 96,04 dolar AS. "Seseorang tidak benar-benar bersemangat untuk memegang posisi jangka panjang ke akhir pekan dan karena itu melepasnya di penutupan," kata analis.
Pasar sebagian besar mengabaikan beberapa rincian mengecewakan dalam laporan pekerjaan AS -- seperti penurunan jam kerja -- dan sepasang indikator sektor manufaktur dan jasa AS yang lebih lemah dari perkiraan pada sore hari.
Pasar minyak menguat meski penumpukan pasokan minyak mentah AS pekan lalu mencapai tingkat tertinggi sejak 1981 dan permintaan produk minyak terus melemah, Tim Evans dari Citi Futures mengatakan.
"Intinya di sini tampak bahwa sementara ada peningkatan permintaan untuk 'paper barrels', sebuah selera untuk risiko, pasar minyak AS dan global masih jauh dari ketat.(ANTARTA/AFP)
Penerjemah:A. Suhendar
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, menetap di 95,61 dolar AS per barel, atau naik 1,62 dolar AS dari tingkat penutupan Kamis.
Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni, ditutup naik 1,34 dolar AS menjadi 104,19 dolar AS per barel di perdagangan London.
Kedua kontrak memperpanjang kenaikan tajam pada Kamis di atas 3,0 dolar AS, ketika para investor menyambut penurunan suku bunga utama seperempat poin oleh Bank Sentral Eropa (ECB) ke rekor terendah 0,50 persen.
Pasar minyak dan saham menguat setelah Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Amerika Serikat menambahkan 165.000 lapangan pekerjaan pada April, jauh di atas ekspektasi, dan tingkat pengangguran turun tipis menjadi 7,5 persen.
Memperkuat kabar baik itu revisi naik pertumbuhan lapangan pekerjaan untuk Februari dan Maret yang menunjukkan tambahan 114.000 pekerjaan daripada yang diperkirakan sebelumnya.
"Kabar positif itu mengirim ekuitas melambung, dan WTI pergi melonjak bersama," analis BMO Capital Markets mengatakan dalam sebuah catatan pasar.
WTI mencatat harga harian tertinggi 96,04 dolar AS. "Seseorang tidak benar-benar bersemangat untuk memegang posisi jangka panjang ke akhir pekan dan karena itu melepasnya di penutupan," kata analis.
Pasar sebagian besar mengabaikan beberapa rincian mengecewakan dalam laporan pekerjaan AS -- seperti penurunan jam kerja -- dan sepasang indikator sektor manufaktur dan jasa AS yang lebih lemah dari perkiraan pada sore hari.
Pasar minyak menguat meski penumpukan pasokan minyak mentah AS pekan lalu mencapai tingkat tertinggi sejak 1981 dan permintaan produk minyak terus melemah, Tim Evans dari Citi Futures mengatakan.
"Intinya di sini tampak bahwa sementara ada peningkatan permintaan untuk 'paper barrels', sebuah selera untuk risiko, pasar minyak AS dan global masih jauh dari ketat.(ANTARTA/AFP)
Penerjemah:A. Suhendar
Pewarta :
Editor : Anas Masa
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020