Mahasiswa Untad gandeng UTD PMI Sulteng penuhi ketersediaan darah
Jumat, 15 November 2019 1:28 WIB
UTD PMI Sulteng bersama mahasiswa Untad Palu memberikan pelayanan donor darah di lingkungan kampus setempat. (Antara/HO/Humas PMI Sulteng Emil)
Palu, Sulteng (ANTARA) - Mahasiswa Universitas Tadulako yang sedang melaksanakan kuliah kerja nyata menggandeng Unit Transfusi Darah Palang merah indonesia (UTD PMI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk bersama-sama memenuhi kebutuhan persediaan darah.
"Untuk memenuhi ketersediaan darah tersebut kami (UTD PMI) bersama mahasiswa Untad berkeliling menggunakan bus khusus donor darah ke sejumlah titik untuk mencari pendonor sebagai upaya dalam menjaga ketersediaan darah di PMI Sulteng," kata Staf UTD PMI Sulteng Meyfi melalui sambungan telepon, Kamis.
Menurutnya, setiap harinya kebutuhan darah terus meningkat dengan adanya kerja sama ini dalam pelayanan donor tentunya bisa mendongkrak persediaan darah. Apalagi kegiatan ini program UTD PMI Sulteng dalam meningkatkan ketersediaan darah.
Sementara, Koordinator Posko KKN Fakultas Kehutanan Untad Wahyudi (22) menambahkan kegiatan donor tersebut merupakan bagian dari salah satu serangkaian program kerja yang mereka laksanakan selain kerja bakti di lingkungan kampus dan beberapa program lainnya.
Beberapa hari sebelum kegiatan pihaknya sudah menginformasikan kepada seluruh mahasiswa KKN angkatan 88 yang berposko di kampus untuk meminta tolong agar program donor darah tersebut bisa disosialisasikan.
Ternyata, kegiatan tersebut cukup menarik antusiasme dari mahasiswa dan juga dosen untuk mendonorkan darahnya bahkan, ada 29 orang dari lingkungan kampus yang mendaftarkan diri untuk menjadi pendonor darah.
"Pada kegiatan ini kami berhasil mengumpulkan sebanyak 16 labu darah dari 16 orang dan untuk sisanya atau 13 orang tidak dapat mendonorkan darahnya dikarenakan rendahnya sel darah merah atau hemoglobin (HB)," tambahnya.
Salah seorang pendonor Subandi yang juga merupakan Kordinator KKN angkatan 88 Posko Kampus Untad, mengatakan dengan diadakannya kegiatan donor darah di kampus tidak perlu repot lagi untuk datang ke PMI untuk melakukan donor dan tidak mengganggu kesibukan selain kuliah.
Berbagi tidak perlu berupa materi tetapi, dengan donor darah ini juga bisa bantu orang lain ditambah PMI punya semboyan "setetes darah kita nyawa bagi orang lain". "Saya rutin mendonorkan darah sejak 2014 atau saat ini sudah 20 kali melakukan donor, saya juga mengajak kepada yang lain agar bisa mendonorkan darahnya selain bisa menyelamatkan nyawa orang lain juga menyehatkan," katanya.
"Untuk memenuhi ketersediaan darah tersebut kami (UTD PMI) bersama mahasiswa Untad berkeliling menggunakan bus khusus donor darah ke sejumlah titik untuk mencari pendonor sebagai upaya dalam menjaga ketersediaan darah di PMI Sulteng," kata Staf UTD PMI Sulteng Meyfi melalui sambungan telepon, Kamis.
Menurutnya, setiap harinya kebutuhan darah terus meningkat dengan adanya kerja sama ini dalam pelayanan donor tentunya bisa mendongkrak persediaan darah. Apalagi kegiatan ini program UTD PMI Sulteng dalam meningkatkan ketersediaan darah.
Sementara, Koordinator Posko KKN Fakultas Kehutanan Untad Wahyudi (22) menambahkan kegiatan donor tersebut merupakan bagian dari salah satu serangkaian program kerja yang mereka laksanakan selain kerja bakti di lingkungan kampus dan beberapa program lainnya.
Beberapa hari sebelum kegiatan pihaknya sudah menginformasikan kepada seluruh mahasiswa KKN angkatan 88 yang berposko di kampus untuk meminta tolong agar program donor darah tersebut bisa disosialisasikan.
Ternyata, kegiatan tersebut cukup menarik antusiasme dari mahasiswa dan juga dosen untuk mendonorkan darahnya bahkan, ada 29 orang dari lingkungan kampus yang mendaftarkan diri untuk menjadi pendonor darah.
"Pada kegiatan ini kami berhasil mengumpulkan sebanyak 16 labu darah dari 16 orang dan untuk sisanya atau 13 orang tidak dapat mendonorkan darahnya dikarenakan rendahnya sel darah merah atau hemoglobin (HB)," tambahnya.
Salah seorang pendonor Subandi yang juga merupakan Kordinator KKN angkatan 88 Posko Kampus Untad, mengatakan dengan diadakannya kegiatan donor darah di kampus tidak perlu repot lagi untuk datang ke PMI untuk melakukan donor dan tidak mengganggu kesibukan selain kuliah.
Berbagi tidak perlu berupa materi tetapi, dengan donor darah ini juga bisa bantu orang lain ditambah PMI punya semboyan "setetes darah kita nyawa bagi orang lain". "Saya rutin mendonorkan darah sejak 2014 atau saat ini sudah 20 kali melakukan donor, saya juga mengajak kepada yang lain agar bisa mendonorkan darahnya selain bisa menyelamatkan nyawa orang lain juga menyehatkan," katanya.
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Seputar Sulteng
Lihat Juga
Pemkab Parigi Moutong maksimalkan penggunaan alat manual padamkan karhutla
08 February 2026 10:12 WIB
Bupati Parigi Moutong minta kepala desa data kebun warga terdampak karhutla
06 February 2026 21:12 WIB