5G di Indonesia, untuk "WiFi" atau "mobile"?
Jumat, 13 Desember 2019 12:14 WIB
Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, saat ditemui di acara Kumpul Media Huawei di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (12/12/2019). (ANTARA/Natisha Andarningtyas)
Manggarai Barat (ANTARA) - Implementasi 5G di Indonesia, meski pun belum dalam waktu dekat, masih menimbulkan pertanyaan bagaimana teknologi jaringan tersebut akan digunakan.
Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, menilai Indonesia perlu memutuskan akan seperti apa 5G digunakan jika diimplementasikan untuk konsumen, apakah sebagai pengganti WiFi atau untuk data d perangkat mobile.
"Saya pikir keduanya bisa diadopsi," kata Heru, saat ditemui di acara Kumpul Media Huawei di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat.
Pandangan dunia internasional mengenai 5G pun terbagi, ada yang melihat peluang teknologi tersebut sebagai pengganti WiFi, namun, ada juga yang berpendapat 5G merupakan evolusi jaringan, penerus 4G.
Sejumlah negara, antara lain China, Korea Selatan dan Amerika Serikat sudah mengadopsi 5G sebagai jaringan untuk perangkat mobile. Tapi, Heru, melihat penggunaan 5G untuk wireless juga dapat dikembangkan.
"Evolusi 5G secara implementasi lebih mudah dibandingkan menarik kabel serat optik," kata Heru.
Internet broadband dapat digelar dengan menarik kabel serat optik. Tapi, koneksi secara nirkabel tersebut cenderung lebih lambat dibandingkan dengan sambungan kabel serat optik.
Heru meyakini jika teknologi semakin canggih, sambungan wireless bisa menjadi lebih cepat.
Adopsi teknologi 5G di Indonesia saat ini masih terkendala frekuensi, belum dipastikan frekuensi mana yang akan dipakai untuk jaringan tersebut.
Beberapa frekuensi di Indonesia dapat digunakan untuk jaringan 5G, yaitu 3,5GHz, 26GHz dan 28GHz. Spektrum 3,5GHz saat ini masih digunakan oleh satelit.
Sementara milimeter wave 26GHz dan 28GHz memiliki jangkauan yang sempit, hanya dapat untuk digunakan di lingkup kecil misalnya manufaktur.
Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, menilai Indonesia perlu memutuskan akan seperti apa 5G digunakan jika diimplementasikan untuk konsumen, apakah sebagai pengganti WiFi atau untuk data d perangkat mobile.
"Saya pikir keduanya bisa diadopsi," kata Heru, saat ditemui di acara Kumpul Media Huawei di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Jumat.
Pandangan dunia internasional mengenai 5G pun terbagi, ada yang melihat peluang teknologi tersebut sebagai pengganti WiFi, namun, ada juga yang berpendapat 5G merupakan evolusi jaringan, penerus 4G.
Sejumlah negara, antara lain China, Korea Selatan dan Amerika Serikat sudah mengadopsi 5G sebagai jaringan untuk perangkat mobile. Tapi, Heru, melihat penggunaan 5G untuk wireless juga dapat dikembangkan.
"Evolusi 5G secara implementasi lebih mudah dibandingkan menarik kabel serat optik," kata Heru.
Internet broadband dapat digelar dengan menarik kabel serat optik. Tapi, koneksi secara nirkabel tersebut cenderung lebih lambat dibandingkan dengan sambungan kabel serat optik.
Heru meyakini jika teknologi semakin canggih, sambungan wireless bisa menjadi lebih cepat.
Adopsi teknologi 5G di Indonesia saat ini masih terkendala frekuensi, belum dipastikan frekuensi mana yang akan dipakai untuk jaringan tersebut.
Beberapa frekuensi di Indonesia dapat digunakan untuk jaringan 5G, yaitu 3,5GHz, 26GHz dan 28GHz. Spektrum 3,5GHz saat ini masih digunakan oleh satelit.
Sementara milimeter wave 26GHz dan 28GHz memiliki jangkauan yang sempit, hanya dapat untuk digunakan di lingkup kecil misalnya manufaktur.
Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Sukardi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Banggai gagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu jaringan Palu-Luwuk
20 January 2026 15:21 WIB
Polda-Sulteng musnahkan sebanyak 60 kg sabu pengungkapan jaringan internasional
30 December 2025 18:38 WIB
Polda Sulteng ungkap sebanyak 60 kilogram sabu jaringan internasional Malaysia
18 November 2025 21:15 WIB
Terpopuler - Pendidikan & Iptek
Lihat Juga
DSLNG latih guru penggerak Banggai kuasai pembelajaran berbasis kecerdasan buatan
28 January 2026 10:55 WIB
Rektor UIN Datokarama Palu perjuangkan hak generasi muda peroleh pendidikan
25 January 2026 18:45 WIB
Pemkab Poso perkuat sinergi dengan pusat untuk pengembangan pendidikan tinggi
16 January 2026 20:13 WIB