IHSG Dibuka Melemah
Senin, 1 Juli 2013 10:30 WIB
(ANTARA/Rosa Panggabean)
Jakarta (antarasulteng.com) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)
pada Senin dibuka melemah sebesar 61,71 poin mengikuti bursa saham
global.
IHSG BEI dibuka turun 61,71 poin atau 1,28 persen ke posisi 4.757,18, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 15,76 poin (1,96 persen) ke level 788,24.
"Minimnya sentimen positif pada bursa saham global di awal pekan ini menekan indeks BEI," kata analis Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan beberapa saham domestik juga telah memasuki area jenuh beli sehingga rentan terhadap aksi ambil untung oleh pelaku pasar saham.
"Meski demikian, mulai tercatatnya investor asing yang melakukan beli, stabilnya nilai rupiah dapat menjadi salah satu faktor positif bagi indeks BEI," kata Reza.
Analis Samuel Sekuritas, Adrianus Bias menambahkan mayoritas bursa Asia, termasuk IHSG BEI dibuka melemah pagi ini seiring koreksi di bursa AS di akhir pekan lalu.
"IHSG sendiri pada hari ini juga berpeluang kuat mengalami koreksi, berakhirnya sentimen window dressing pada pekan lalu akan memicu aksi ambil untung khususnya pada saham-saham yang telah menguat signifikan dari sektor konsumer, perbankan, semen dan infrastruktur," katanya.
IHSG BEI dibuka turun 61,71 poin atau 1,28 persen ke posisi 4.757,18, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 15,76 poin (1,96 persen) ke level 788,24.
"Minimnya sentimen positif pada bursa saham global di awal pekan ini menekan indeks BEI," kata analis Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta, Senin.
Ia menambahkan beberapa saham domestik juga telah memasuki area jenuh beli sehingga rentan terhadap aksi ambil untung oleh pelaku pasar saham.
"Meski demikian, mulai tercatatnya investor asing yang melakukan beli, stabilnya nilai rupiah dapat menjadi salah satu faktor positif bagi indeks BEI," kata Reza.
Analis Samuel Sekuritas, Adrianus Bias menambahkan mayoritas bursa Asia, termasuk IHSG BEI dibuka melemah pagi ini seiring koreksi di bursa AS di akhir pekan lalu.
"IHSG sendiri pada hari ini juga berpeluang kuat mengalami koreksi, berakhirnya sentimen window dressing pada pekan lalu akan memicu aksi ambil untung khususnya pada saham-saham yang telah menguat signifikan dari sektor konsumer, perbankan, semen dan infrastruktur," katanya.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Ekonomi Keuangan
Lihat Juga
Pasokan beras di Palu masih lancar meskipun belum puncak panen padi
23 February 2020 18:36 WIB, 2020
SKK Migas bantu kapal ikan untuk nelayan Donggala, JOB-Tomori sumbang 3 kapal
21 February 2020 11:54 WIB, 2020
Citra Nuansa Elok investasikan Rp325 miliar bangun kembali Mall Tatura
21 February 2020 0:08 WIB, 2020
Presiden Jokowi ingin promosikan nikel Indonesia dalam Hanover Messe Jerman
17 February 2020 17:29 WIB, 2020