
Kota Kuno Ankor Jauh Lebih Besar

Jakarta (antarasulteng.com) - Hasil pemetaan terbaru menggunakan sinar laser menunjukkan bahwa Kota Angkor, ibu kota Kekaisaran Khmer kuno, jauh lebih besar dari perkiraan.
Hasil analisis terbaru menunjukkan keberadaan ratusan jika bukan ribuan pemukiman, urukan, kolam, jalan dan blok-blok yang membentuk kota yang cukup padat, kata salah satu penulis hasil studi, Christophe Pottier, arkeolog dan salah satu pemimpin the Greater Angkor Project.
"Area pemukiman padat ini jauh lebih besar dari yang pernah diperkirakan," katanya seperti dilansir laman LiveScience.
Pottier dan koleganya mulai memetakan medan menggunakan teknik pemindaian laser terbaru yang di sebut LIDAR pada 2012.
Tim peneliti menggunakan helikopter dan menyorotkan jutaan sinar laser yang bisa melewati ruang-ruang sangat kecil di antara kanopi hutan yang padat untuk menyentuh tanah di bawahnya.
Dengan bantuan LIDAR, peneliti menemukan ratusan pantulan lanskap yang dibentuk oleh penduduk kuno Angkor seperti tanggul, bendungan, waduk besar, kanal, kolam rumah, dan jalanan.
Peta baru itu mengungkapkan bahwa kota itu banyak menggunakan budidaya tanam serta teknik penyimpanan air.
Kepadatan penduduk pusat kota itu juga jauh lebih besar dari perkiraan: sekitar 27 mil persegi (70 kilometer persegi). Pusat kota kemungkinan dihuni oleh sekitar 500.000 orang, kata Pottier.
Peta hasil riset terbaru yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences edisi 8 Juli 2013 itu juga memberikan petunjuk tentang mengapa kota itu ditinggalkan.
Pewarta :
Editor:
Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
