Logo Header Antaranews Sulteng

Ekspor udang vaname Parigi Moutong kena dampak COVID-19

Minggu, 10 Mei 2020 19:51 WIB
Image Print
Udang vaname (Babel.antaranews.com/Aprionis)

Parigi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengatakan kegiatan ekspor udang vaname milik pelaku usaha budidaya di kabupaten itu berpengaruh terhadap dampak pendemi COVID-19.

"Dampak penyebaran virus corona sedikit mempengaruhi kegiatan ekspor budidaya udang," ungkap Kepala Dinas Perikanan Parigi Moutong Efendi Batjo, di Parigi, Minggu.

Menurut Efendi, udang vaname menjadi salah satu komoditas yang cukup menjanjikan bagi pelaku usaha perikanan di Parigi Moutong pada sub sektor perikanan budidaya, karena nilai jualnya tinggi, namun terjadinya situasi yang tidak kondusif akibat pendemi COVID maka berpengaruh terhadap harga maupun kegiatan ekspor.

Tahun 2019, budidaya udang vaname Parigi Moutong menggunakan pola tradisional mencapai produksi sekitar 4.885 ton lebih dengan luas tambak terkelola 7.189 hektare dari luas potensi lahan 10.816 hektare.

"Udang segar ukuran 50 centimeter ke atas masuk kamar ekspor. Kegiatan ekspor juga didukung dua perusahaan bergerak di bidang perikanan," ujar Efendi yang juga mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Parigi Moutong ini.

Dia berharap, kondisi ini tidak berkepanjangan agar situasi bisa kembali normal, dan pelaku usaha perikanan dapat menjalankan kembali kegiatan ekspor mereka.

Dipaparkannya, agar produksi tetap terjual, pelaku usaha mengambil langkah alternatif memanfaatkan pasar-pasar lokal di Sulteng, salah satu sasaran adalah pasar tradisional Kota Palu, selain pasar tradisional di kabupaten tersebut.

"Pendemi COVID-19 tidak hanya mempengaruhi kegiatan ekspor, tetapi juga berdampak terhadap harga, dimana komoditas ini mengalami penurunan harga di pasaran lima persen demikian juga ikan bandeng," kata dia menambahkan.

Meski begitu, dia tetap optimis harga udang vaname tidak mengalami kemerosotan terlalu jauh sepanjang daya beli masyarakat terhadap komoditas tersebut masih tinggi.

Udang juga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti lauk, di saat harga ikan laut melambung tinggi akibat kurangnya stok di pasaran.

"Kita tidak ingin situasi ini memperburuk keadaan. Kami berharap pelaku usaha budidaya terus meningkatkan kualitas produksi agar harga tidak anjlok," demikian Efendi.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026