Logo Header Antaranews Sulteng

Sulawesi Tengah Siap Implementasikan SLIN

Senin, 17 Maret 2014 10:50 WIB
Image Print
Gubernur Sulteng Drs H Longki Djanggola, MSI (kiri) serius mendengarkan penjelasan Kadis KP DR Ir H Hasanuddin Atjo, MP mengenai SLIN di sela-sela peresmian Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Ogotua, Minggu (16/3) (ANTARASulteng/Rolex Malaha)
SLIN ini memberikan kepastian berusaha baik bagi pelaku di hulu maupun hilir," kata Hasanuddin Atjo.

Palu (antarasulteng.com) - Sulawesi Tengah menyatakan siap mengimplementasikan Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) karena telah memiliki kajian komprehensif tentang SLIN dan telah didukung kesiapan sarana dan prasarana yang semakin memadai.

"Sulteng saat ini satu-satunya provinsi di Indonesia yang telah memiliki kajian komprehensif mengenai SLIN. Jadi kita sudah siap mengimplementasikannya bila ditunjuk oleh kementerian (KKP)," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah DR Ir H Hasanuddin Atjo, MP di Palu, Senin.

Ia menjelaskan bahwa ada dua rencana lokasi implementasi SLIN di Sulteng yakni Palu-Donggala dan Luwuk, Kabupaten Banggai, namun prioritas pertama adalah Palu-Donggala.

SLIN, katanya, memiliki peran strategis dalam menjaga stabilisasi harga dan stok bahan baku (ikan segar) baik untuk kepentingan industri perikanan maupun bagi konsumen (pasar) karena SLIN ini memberikan kepastian berusaha baik bagi pelaku di hulu maupun hilir.

Bila sistem logistik ini diterapkan, kata Hasanuddin, akan tercipta harga dasar ikan (tertinggi dan terendah) sehingga ada kepastian bagi nelayan dan konsumen agar tidak terjadi lagi gejolak yakni harga anjlok saat ikan melimpah dan harga melambung tinggi saat hasil tangkapan menurun.

Selama ini, kata Hasanuddin, pada musim paceklik, harga ikan akan melambung tinggi karena stok ikan langka. Ini tentu sangat merugikan bagi industri perikanan dan konsumen, bahkan bisa menyebabkan inflasi yang tinggi.

Sementara itu, pada saat stok ikan melimpah, harga akan jatuh sehingga nelayan yang dirugikan.

"Kalau SLIN berjalan, maka akan ada kepastian mengenai harga dan suplai ikan sehingga menguntungkan semua pihak, baik nelayan, industri maupun masyarakat konsumen ikan," ujarnya.

Untuk merealisasikan SLIN ini, perlu dukungan pemerintah dan keterlibatan investor dalam membangun sarana dan fasilitas pendukung di pelabuhan seperti industri pengolahan, gudang pendingin (cold storage), pabrik es, listrik, air serta sarana transportasi.

Hasanuddin menilai, Palu-Donggala kini sudah siap mengimplementasikan SLIN karena sudah memiliki sarana dan infrastruktur pendukung meski masih perlu ditingkatkan seperti gudang pendingin, pabrik es, miniplant (industri pengolahan ikan skala kecil), serta dermaga peti kemas untuk mendukung pengangkutan bahan baku ikan ke industri di Jawa.

Ia menambahkan dengan diresmikannya pelabuhan perikanan pantai (PPP) Ogotua, Kabupaten Tolitoli, kesiapan Palu-Donggala mengimplementasikan SLIN semakin terdukung karena PPP Donggala akan menjadi sumber penyuplai (feeder) bahan baku ikan yang cukup penting untuk SLIN Palu-Donggala.

Hasanuddin mengaku masih terus memperjuangkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan agar konsep SLIN yang menjadi salah satu program unggulan KKP tersebut bisa segera diimplementasikan di daerah ini. (R007)



Pewarta :
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026