Bupati Sigi minta korban banjir tabah hadapi bencana alam

id banjir, rogo

Bupati Sigi minta korban banjir tabah  hadapi bencana alam

Banjir landa Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Senin (14/9/2020). ANTARA/Basri Marzuki

Sigi (ANTARA) - Bupati Sigi, Mohammad Irwan Lapata minta warga korban banjir di daerahnya untuk tetap tabah dan sabar menghadapi bencana alam yang terjadi di daerah itu dalam beberapa pekan terakhir ini.

"Tidak ada seorangpun yang tahu kapan bencana itu akan terjadi. Semua bencana yang terjadi merupakan  cobaan berat dari Tuhan Yang Maha Kuasa, yang perlu dihadapi dengan sabar dan tabah," katanya di Sigi, Jumat.

"Tuhan juga bisa berbicara melalui alam agar kita semua lebih mendekatkan diri kepadaNya, termasuk menjaga hutan dan alam yang ada di daerah ini," ujarnya lagi.

Irwan mengatakan, jika hutan rusak, tentu membawa dampak yang tidak baik, sebab fungsi hutan terus mengalami penurunan, sehingga tidak heran saat musim hujan selalu menimbulkan banjir dan longsor.

Oleh karena itu, Irwan terus mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal berdekatan dengan kawasan hutan untuk menjaga dan tetap melestarikannya agar hutan dapat berfungsi dengan baik agar bencana alam banjir dan tanah longsor tidak terjadi lagi.

Menurut dia, selama dua pekan terakhir ini beberapa wilayah di Sigi dilanda banjir dan longsor. Bahkan bukan hanya di Sigi,  tetapi juga di beberapa daerah di Sulteng sehingga perlu mendapat perhatian  dan masyarakat perlu tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Sulteng.

Ia mengatakan pemerintah sedang berupaya melakukan perbaikan atau normalisasi alur sungai untuk mengantisipasi bencana banjir di saat curah hujan tinggi.

Dia menambahkan dalam tahun ini ada tiga sungai besar di Sigi seperti Sungai Salua, Sungai Bangga dan Sungai Poi sedang dalam pekerjaan normalisasi.

Tiga dari sejumlah sungai yang ada di Kabupaten Sigi itu, kata Irwan  rawan banjir bandang karena terjadi pendangkalan sehingga pemerintah melalui Kementerian PUPR melakukan normalisasi agar ke depan diharapkan tidak terjadi lagi banjir dan longsor.

Menurut dia, salah satu penyebab air sungai meluap ke permukiman penduduk dan lahan pertanian karena daerah aliran sungai sudah dangkal, sehingga perlu pengerukan dan juga memasang tanggul pengaman di sisi kiri dan kanan.

Sebelumnya Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sigi, Asrul mengatakan banjir yang terjadi di sejumlah wilayah di Sigi, termasuk di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan dikarenakan curah hujan yang tinggi.
 
Pewarta :
Editor : Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar