PPI Pagimana Miliki Pabrik Es Balok

id es, perikanan, kelautan

PPI Pagimana Miliki Pabrik Es Balok

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah Atjo menyerahkan bantuan es batu kepada nelayan Pagimana (antarasulteng.com/Rolex Malaha)

Ketersediaan es batu sangat menentukan volume produksi dan kualitas ikan. Kalau es kurang, nelayan tidak bisa menangkap ikan secara maksimal karena kalau dipaksakan maka kualitas ikan akan rendah dan harga akan jatuh," ujarnya.
Pagimana, Sulteng, (Antarasulteng.com) - Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Pagimana, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, kini memiliki pabrik es balok untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan nelayan.

"Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah membangun pabrik ini karena pabrik es ini akan meningkatkan volume produksi dan kualitas ikan," kata Alabartin Tintis, seorang nelayan di sela-sela peresmian pabrik es di PPI Pagimana, Banggai, Selasa.

Selama ini, kata Alabartin, nelayan mengandalkan pabrik es mini milik warga Desa Pagimana namun jumlahnya sangat terbatas sehingga menyebabkan nelayan kurang intensif melaut.

"Kalau sedang musim ikan, kualitas ikan kami rendah karena tidak cukup es untuk menyimpan hasil tangkapan," kata Amu, nelayan Suku Bajo yang tinggal di Desa Jaya Bhakti, Pagimana.

PPI Pagimana merupakan salah satu dari empat PPI yang dikelola Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah yang memproduksi berbagai jenis ikan untuk mensuplai kebutuhan masyarakat di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Gorontalo serta kebutuhan pengekspor yang beraktivitas di Gorontalo dan Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah, Hasanuddin Atjo mengemukakan bahwa pabrik es seperti ini merupakan sarana yang harus disiapkan pemerintah karena swasta belum bisa menyediakan sebab listrik PLN belum mendukung.

"Ketersediaan es batu sangat menentukan volume produksi dan kualitas ikan. Kalau es kurang, nelayan tidak bisa menangkap ikan secara maksimal karena kalau dipaksakan maka kualitas ikan akan rendah dan harga akan jatuh," ujarnya.

Pabrik es PPI Pagimana yang berkapasitas 10 ton per 24 jam ini dibangun dengan dana APBN 2013 Kementerian Kelautan dan Perikanan sebesar Rp1,8 miliar.

Peresmian ini ditandai dengan pembagian es batu secara gratis kepada puluhan nelayan Pagimana.

Di PPI Pagimana melayani sekitar 5.000 nelayan yang merupakan PPI paling aktif dan produktif di sulteng setelah PPI Donggala.

Es batu seberat 50 kg ini akan dijual sekitar Rp20.000 per balok.
Pewarta :
Editor : Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar