
KKP tanami ribuan vegetasi di Palu antisipasi tsunami

Konfigurasi vegetasi pantai dengan ketebalan dan kerapatan tertentu akan membentuk sabuk pantai yang memberikan manfaat bagi lingkungan pesisir dan masyarakat
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan menanami sebanyak 1.708 bibit vegetasi di kawasan pantai Kota Palu, Sulawesi Tengah, sebagai upaya mengurangi risiko bencana tsunami yang pernah melanda daerah tersebut.
Plt. Dirjen PRL, TB Haeru Rahayu dalam siaran pers di Jakarta, Minggu, mengatakan penanaman vegetasi pantai dimaksudkan sebagai upaya mitigasi untuk mencegah kerugian yang ditimbulkan apabila terjadi tsunami.
Menurut dia, vegetasi pantai di sepanjang garis pantai dapat berfungsi sebagai sabuk pantai dalam mereduksi tsunami.
"Konfigurasi vegetasi pantai dengan ketebalan dan kerapatan tertentu akan membentuk sabuk pantai yang memberikan manfaat bagi lingkungan pesisir dan masyarakat," kata TB Haeru Rahayu yang akrab disapa Tebe.
Baca juga: BMKG akan pasang sirene tsunami dengan teknologi lebih sederhana
Tebe menjelaskan bahwa sebagian pesisir Indonesia mulai dari Pantai Barat Sumatera, Selatan Jawa, Selatan Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, sebagian Sulawesi dan bahkan Papua rawan bencana, terutama Tsunami.
Ia mengingatkan agar peristiwa bencana alam tsunami yang melanda Teluk Palu pada 2018 menjadi pembelajaran tentang pentingnya memanfaatkan wilayah pesisir sebagai benteng alami pencegahan bencana.
"Bukan hanya vegetasi pantai, KKP juga melakukan program Pengembangan Kawasan Pesisir Tangguh (PKPT) di Kabupaten Bombana dan Kabupaten Lombok Timur pada tahun 2020 ini," ungkapnya.
Baca juga: Yayasan Arkom asah kemampuan penyintas tsunami Palu kurangi risiko bencana
Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Muhammad Yusuf menerangkan tujuan dari kegiatan penanaman vegetasi pantai ini untuk memperkuat ketangguhan kawasan pesisir yang rawan terhadap bencana tsunami.
Program penanaman vegetasi pantai di Kota Palu tersebar di empat wilayah pesisir, yaitu Kelurahan Panau, Kelurahan Kayumalue Pajeko, Kelurahan Mamboro Barat, dan Kelurahan Layana Indah.
"Jenis vegetasi yang ditanam adalah Ketapang dengan pertimbangan substrat pantai berpasir dan dominasi ketapang pada area tersebut,” terang Yusuf.
Baca juga: PFI bakal gelar pameran foto digital mengenang dua tahun gempa Palu
Yusuf menjelaskan, dengan adanya penanaman vegetasi pantai ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga dapat mengurangi potensi resiko baik moril maupun materiil masyarakat pesisir akibat bencana tsunami.
Ia juga meyakini vegetasi pantai itu juga dapat berperan dalam membangkitkan ekonomi masyarakat pesisir melalui mata pencaharian alternatif yang muncul dari adanya kawasan hutan pantai.
Pewarta : M Razi Rahman
Editor:
Adha Nadjemudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
