Sulteng Urutan Sebelas Pemasok Beras Nasional

id beras

Seorang pekerja membongkar beras di Gudang Bulog untuk didistribusikan kepada warga miskin. (ANTARA)

Palu,  (antara) - Sulawesi Tengah berada pada urutan sebelas sebagai daerah pemasok beras nasional, kata pejabat berwenang setempat.

"Sulteng sejak 1984 sudah swasembadah beras," kata Kepala Perum Bulog Sulteng, Mar`uf di Palu, Rabu.

Ia mengatakan dalam beberapa tahun terakhir realisasi pengadaan beras untuk stok nasional di Sulteng setiap tahunnya meningkat.

Pengadaan terbesar terjadi pada musim panen 2013 yang realisasi penyerapan beras produksi petani di daerah itu mencapai sekitar 45 ribu ton dari target 35 ribu ton.

Pada 2012, katanya, realisasi pengadaan beras Bulog Sulteng mencapai 32 ribu ton. Namun pada 2014 turun hanya sekitar 20 ribu ton.

Penurunan pengadaan lebih dikarenakan adanya gangguan hama pada tanaman padi dan juga bencana alam banjir.

Gangguan hama dan bencana alam tersebut menyebabkan produksi petani secara keseluruhan menurun.

Selain itu, harga beras di tingkat petani lebih tinggi dibandingkan pembelian Bulog.

Pada 2015, katanya, Bulog Sulteng mencoba meningkatkan realisasi pengadaan beras, namun hingga kini belum ada penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) baru beras dan gabah.

Akibatnya, Bulog Sulteng sampai sekarang ini belum melakukan pembelian, sebab masih tunggu HPP baru yang diharapkan mengalami kenaikan agar bisa bersaing dengan pihak swasta dalam membeli produksi petani.

"Kami terus mempertahankan agar Sulteng menjadi salah satu daerah di Kawasan Timur Indonesia sebagai penyangga stok beras nasional," katanya. (skd) 
Pewarta :
Editor : Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar