Logo Header Antaranews Sulteng

Untad Palu Terima 17 Mahasiswa Asing

Sabtu, 2 Mei 2015 15:39 WIB
Image Print
Prof Dr Basir Cyio (www.untad.ac.id)
"Dari 17 mahasiswa itu, terdapat dua orang calon mahasiswa S2 dan sisanya mahasiswa program sarjana

Palu, (antarasulteng.com) - Universitas Tadulako (Untad) Palu mulai 2015 menerima 17 mahasiswa asing dari berbagai negara semenjak secara terbuka menerima pendaftaran pelajar dari luar negeri.

Rektor Universitas Tadulako Palu Muhammad Basir usai menjadi pembicara di Rakor Bawaslu di Palu, Sabtu mengatakan 17 mahasiswa asing itu berasal dari Mesir, Thailand, Papua Nugini, Vietnam, dan Timor Leste.

"Dari 17 mahasiswa itu, terdapat dua orang calon mahasiswa S2 dan sisanya mahasiswa program sarjana," katanya.

Mahasiswa terbanyak berasal dari Thailand yang berjumlah enam orang.

Dia mengakui minat mahasiswa asing, terutama yang berada di kawasan Asia Tenggara untuk mendaftar di Universitas Tadulako Palu tergolong tinggi, namun jumlah yang diterima harus dibatasi.

"Misalnya, dari Timor Leste, ada 23 pendaftar namun yang diterima hanya empat orang," katanya.

Muhammad Basir mengatakan mahasiswa asing itu akan tiba di Universitas Tadulako pada 9 Mei 2015 dan akan menempati asrama yang telah disediakan oleh pihak kampus.

Dia mengatakan sistem kuliah bagi mahasiswa asing tersebut menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar. Untuk mempercepat penguasaan Bahasa Indonesia, mahasiswa asing tersebut akan mengikuti kursus intensif elama tiga bulan.

Selama belajar di Universitas Tadulako, pelajar asing tersebut juga akan dibantu biaya hidup dan dibebaskan dari biaya kuliah. "Tapi untuk perjalanan ke Palu, dibiayai dari masing-masing negara asal mahasiswa itu," katanya.

Universitas Tadulako Palu adalah perguruan tinggi negeri terbesar di Provinsi Sulawesi Tengah yang berdiri pada 1981. Hingga saat ini, universitas yang memiliki sekitar 1.160 dosen ini telah meluluskan sekitar 45 ribu orang.

Pada tahun ini Universitas Tadulako Palu menerima 6.500 calon mahasiswa seperti tahun sebelumnya. (skd)



Pewarta :
Editor: Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026