
IAIN Palu optimalkan PPG dukung SDM unggul di Sulteng

Palu (ANTARA) - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu mengoptimalkan pendidikan profesi guru (PPG) dalam upaya membangun kapasitas guru untuk menundukung program pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia unggul di Sulawesi Tengah (Sulteng).
"IAIN Palu adalah aset umat, aset masyarakat Sulawesi Tengah, sehingga pembinaan kapasitas guru dari berbagai daerah di perguruan tinggi Islam ini menjadi satu upaya kontribusi terhadap daerah kita," ucap Rektor IAIN Palu Prof Sagaf S Pettalongi MPd, di Palu, Rabu.
IAIN Palu sebagai satu lembaga pendidikan di Sulteng, kata Prof Sagaf, terus berupaya memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan peradaban manusia, salah satunya melalui optimalisasi pembinaan guru madrasyah dan guru pendidikan agama Islam di sekolah umum.
Pembinaan terhadap guru dilakukan, seiring dengan adanya izin penyelenggaraan program studi PPG yang diberikan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama.
"Maka kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada IAIN Palu harus dioptimalkan dengan baik sesuai fungsinya untuk peningkatan kompotensi guru," ujarnya.
Seiring dengan itu Dekan Fakultas Tarbiyah Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palu Dr Hamlan mengatakan PPG bertujuan untuk mencetak dan meningkatkan profesionalitas guru madrasah dan guru pendidikan agama Islam di sekolah umum.
"Mereka yang selesai mengikuti PPG di IAIN Palu, maka akan diberikan sertifikat guru profesional," ucap Hamlan.
Hamlan menerangkan penyelenggaraan PPG itu dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK), yang bernaung pada FTIK IAIN Palu, dan sesuai dengan izin penyelenggaraan program studi PPG yang tertuang dalam Keputusan Menag nomor 52 tahun 2021.
Dia menyebutkan sebanyak 117 guru pendidikan agama Islam dari sekolah umum dan 150 guru madrasah berasal dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti PPG tahun 2021 di IAIN Palu.
"Kami melibatkan 60 dosen IAIN Palu untuk memberikan pengayaan, pembinaan dan pendampingan guru-guru tersebut selama tiga bulan mulai Juni ini," sebutnya.
Hamlan mengatakan proses pembinaan dan pendampingan para guru akan dilakukan secara daring, melalui aplikasi 'learning managemen sistem (LMS) yang telah didesain oleh Kementerian Agama.
"Keuntungan para guru yang telah mengikuti PPG yakni mereka memperoleh kompotensi paedagogik, sosial dan profesional, kompotensi kepribadian," sebutnya.
Ia mengatakan pelaksanaan PPG dibiayai oleh Kementerian Agama dan tiga pemerintah kabupaten di Sulteng yang meliputi Pemerintah Kabupaten Buol, Morowali dan Banggai laut.
Hamlan menambahkan FTIK IAIN Palu telah melaksanakan bimbingan teknis tentang penggunaan aplikasi LMS terhadap 60 dosen yang menjadi pengajar PPG tersebut.
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor:
Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
