
Menperin Resmikan Pabrik Es Balok PPI Donggala

Produksi perdana es balok dari pabrik ini akan dibagikan secara gratis kepada nelayan, dan selanjutnya dijual dengan harga Rp9.000/balok.
Palu (antarasulteng.com) - Menteri Perindustrian Saleh Husin, di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Donggala, Sulawesi Tengah, Selasa, meresmikan beroperasinya pabrik es balok yang merupakan ke-13 yang dihibahkan Kemenperind untuk membantu nelayan di daerah-daerah.
"Saya berharap pabrik ini akan mengurangi kesulitan nelayan dalam memperoleh es balok untuk mengawetkan hasil tangkapan sehingga kualitas ikan tetap tinggi dan harganya juga bagus," katanya di depan puluhan nelayan PPI Donggala, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, Bupati Donggala Kasman Lassa, dan Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu.
Pabrik es balok berkapasitas 10 ton atau 200 balok (50 kg/balok) per hari itu dihibahkan kepada nelayan dan dibangun secara sinergis antara Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Pemerintah Provinsi Sulteng.
Menurut menteri, pihaknya menyediakan mesinnya, pemerintah Provinsi Sulteng menyediakan lokasi pembangunan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui UPT Kepelabuhanan mengoperasikannya untuk membantu nelayan.
Pabrik es balok ini, kata menteri, sangat penting karena akan menjamin terpeliharanya kualitas ikan hasil tangkapan nelayan hingga tiba di tangan para pelaku industri hasil perikanan dan pasar umumnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah Hasanuddin Atjo melaporkan peresmian pabrik es balok hibah Kementerian Perindustrian tersebut akan mampu meningkatkan produksi perikanan yang dampaknya akan meningkatkan pendapatan nelayan, menjamin suplai ikan ke pasar dan industri serta menjaga stabilitas harga ikan untuk mencegah inflasi.
"Produksi ikan nelayan di PPI Donggala ini tergantung berapa banyak es yang mereka bawa ke laut. Kalau mereka bawa es dua ton, maka mereka bisa menangkap ikan tiga sampai empat ton baru kembali ke darat. Selama ini karena es terbatas, mereka tidak bisa berlama-lama di laut karena hasil tangkapannya bisa membusuk," ujarnya.
Karena itu, beroperasinya pabrik es hibah Kemenerian Perindustrian ini cukup melegakan nelayan walaupun dengan pabrik itu kebutuhan es balok nelayan PPI Donggala belum juga tercukupi.
"Sekarang, PPI Donggala memiliki dua pabrik es balok yang produksi totalnya 15 ton per 24 jam, namun kebutuhan riil untuk intensifikasi penangkapan ikan di laut masih jauh di atas angka produksi tersebut," ujarnya dan menyebutkan nelayan PPI Donggala membutuhkan es balok minimum 100 ton per bulan.
Bupati Donggala Kasman Lassa mengatakan, kehadiran pabrik es ini akan berdampak besar terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan nelayan karena diyakini akan mampu meningkatkan produksi ikan dengan kualitas yang terjaga sehingga harganya tetap tinggi.
Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan DKP Sulteng Agus Sudaryanto mengemukakan terdapat sekitar 200 unit kapal penangkap ikan tuna dan ikan pelagis yang beroperasi di PPI Donggala dengan jumlah nelayan sekitar 2.000-an orang. Produksi perikanan berkisar antara 3.000 sampai 4.000 ton per tahun, separuhnya adalah ikan tuna.
Peresmian pabrik es balok tersebut ditandai dengan pembagian es balok secara gratis kepada para nelayan dan selanjutnya es balok itu akan dijual seharga Rp9.000 perbalok, jauh di bawah harga rata-rata es balok di pasaran yang mencapai sekitar Rp13.000/balok, bahkan di Kota Palu mencapai Rp17.000/balok.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian Saleh Husin didampingi Dirjen Industri Kecil dan Menengah Euis Saedah meninjau pameran produk-produk industri kecil berbahan baku hasil kelautan dan perikanan serta ikan tuna hasil tangkapan nelayan PPI Donggala yang memiliki bobot sampai 70 kilogram per ekor dengan harga rata-rata Rp35.000/kilogram. (R007/J003)
Pewarta : Rolex Malaha
Editor:
Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
